Lalu, begitu mendapatkan tugas ke-9, ia kembali diminta untuk deposit ke kanal crypto http://calliston-indonesia-ppiz.pages.dev seperti sebelumnya. Hanya saja, nominalnya lebih besar lagi, yaitu Rp2.558.000.
Karena Syifa merasa deposit yang kemarin aman, ia tidak ragu untuk melakukannya lagi. Meski merasa deg-degan, tetapi karena melihat orang-orang di grup juga melakukan hal yang sama, ia merasa lebih aman.
Diminta untuk deposit lebih besar
Setelah berhasil transfer, Syifa kemudian dipindahkan ke grup yang lebih kecil, hanya terdiri dari lima orang dan diberi nama Grup VIP. Alasannya, orang-orang yang masuk ke grup ini akan mendapatkan reward lebih besar.
“Dan grup ini disebut juga tim krn hrs menyelesaikan tugas bersama. Kl ada satu yg ga beres smp akhir, semua deposit dan reward nya hangus. Tugasnya apa? Awalnya disuruh kasih review dan rating utk hotel & resto,” jelasnya.
Setelah itu, ia kembali diberi tugas untuk deposit lagi sebesar Rp3.700.000. Ibu dua anak ini sebenarnya sudah enggan melakukannya, tetapi uangnya yang Rp2.558.000 masih tertahan dan baru bisa diambil jika semua orang di Grup VIP sudah melakukan tugasnya.
Begitu sudah transfer dan melakukan tugasnya, Syifa kembali diberikan tugas terakhir dan harus deposit lagi dengan jumlah yang jauh lebih besar, yaitu Rp14.700.000. Janjinya, setelah ini semua uang akan dikembalikan.
Di sini ia sudah mulai pusing karena uang sebelumnya belum dikembalikan, tetapi sudah harus transfer lagi dalam jumlah besar. Selain itu, ia juga merasa tidak enak dengan orang-orang di grup itu.
“Akhirnya, aku pk tabungan usahaku buat perpanjang sewa kios, masih kurang... Aku wa suamiku minta trf, awalny dia ga kasih tp aku SANGAT MAKSA. Dia ud tny berkali2 kl ditipu gmn? Dan dengan PDnya aku blg AMAN.. Diapun akhirny mau trf,” ujarnya.
Namun, bukannya uang kembali dan mendapatkan reward, Syifa kembali diminta deposit minimal Rp30 juta-an. Alasannya, ada perubahan sistem sehingga harus melakukan tugas tambahan.
Saat itulah ia baru menyadari sudah ditipu. Ia mencoba untuk chat langsung anggota Grup VIP dan bilang tidak akan deposit lagi. Namun, mereka semua justru menyarankan sebaliknya dan masih terlihat santai.
Lapor polisi dan blokir rekening
Setelah menceritakan penipuan ini pada suaminya, Syifa akhirnya melaporkan hal ini kepada polisi. Namun, ia masih berinteraksi di grup agar tidak hilang kontak, bahkan bilang akan segera transfer.
Sayangnya, respon polisi tidak seperti yang diharapkannya.
“Dikantor polisi para pelaku ini chat bahkan sempet telepon aku krn aku bilang mau trf, posisiku dikantor polisi loh ini tp respon polisinya apa coba? Mrk malah balik nanya sama aku : memangnya gampang melacak penipu? mba mau nya gimana?,” ceritanya.
Artikel Terkait
Geoffrey Hinton, The Godfather of AI yang Menyesal dengan Teknologi Ciptaannya Sendiri
Apa Sih Sebenarnya Pekerjaan Para Bangsawan di Kerajaan Inggris?
Siap-Siap, Jam Masuk Kantor di Jakarta akan Dibagi Jadi 2 Sesi
LinkedIn Bisa Bikin Pekerja Merasa Punya Karier yang Gagal, Ini Alasannya!
Lowongan Associate - Senior Consultant, Transaction Diligence Services di Ernst & Young
Lepas Image Komika, Fico Fachriza Tampil Total sebagai Anak Berkebutuhan Khusus di Film Terbaru