Menurut Teguh, sebenarnya tidak hanya BSI yang rentan menjadi korban ransomware seperti ini. Semua bank lokal memiliki kerentanan yang sama karena faktor manusia berperan besar dalam kasus seperti ini.
Bahkan, bank sebesar Bank Indonesia (BI) juga pernah menjadi korban.
Baca Juga: Bintang Bukannya Aku Tidak Mau Nikah Roy Sungkono Bersyukur Tak Pernah Mendapat Peran yang Stereotip
“Intinya di mitigasi & damage controlnya. Kalau ada bank yg kena ransomware dan sampai lumpuh berhari-hari itu nunjukin betapa kacaunya infrasuktur mereka,” ujarnya.
Pernyataan ini disetujui oleh akun @mharisman yang menulis, “Kalau hanya pencurian/copy data, tidak mungkin BSI lumpuh sampai berhari-hari. Jelas BSI kehilangan akses ke database primer, dan bermasalah dgn recovery pakai backup database.”
Sementara akun @amerrrkr juga menulis bahwa jika benar menjadi korban ransomware, BSI sebenarnya bisa pulih lebih cepat. Dengan catatan, arsitektur layanan untuk recovery dari insiden seperti ini benar dan sesuai.
“Masalahnya ini data backup nya pun juga kena, mengindikasikan BSI ini jelek banget pencegahan insiden kek gini,” tulisnya.
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak BSI. Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama BSI Hery Gunardi hanya menghimbau agar nasabah BSI terus menjaga kewaspadaan dan berhati-hati terhadap berbagai bentuk modus penipuan dan kejahatan digital. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
PT Shell Indonesia Buka Lowongan Category Manager Food Service untuk Bisnis Non-Bahan Bakarnya
Penipuan Berkedok Kerja “Freelance” Kembali Makan Korban, Pegawai PPSU Kehilangan Rp28 Juta
Pakar Kesehatan: Air Galon Tak Picu Kanker Payudara!
Universitas Harvard Buka 20 Kursus Online Gratis di Berbagai Bidang. Ini Linknya!
Fajar Fathur Rahman, Pencetak Gol Langganan Timnas U-22 di SEA Games 2023
Bintang "Bukannya Aku Tidak Mau Nikah" Roy Sungkono Bersyukur Tak Pernah Mendapat Peran yang Stereotip
Tunjuk Linda Yaccarino sebagai CEO Twitter, Elon Musk Bilang Cuma Orang Bodoh yang Mau Pekerjaan Itu