PejuangKantoran.com - Seperti yang sudah disebutkan CEO Disney Bob Iger beberapa waktu lalu, Disney kembali melakukan PHK kepada karyawan di seluruh perusahaan.
Ini merupakan gelombang ketiga PHK di Disney. Karyawan akan mulai diberhentikan per 22 Mei 2023, waktu setempat. Diperkirakan akan ada lebih dari 2.500 karyawan yang akan di-PHK.
Meskipun belum diberitahu dengan jelas departemen atau divisi mana yang paling banyak akan mengurangi karyawan, tetapi menurut sumber sebagian besar karyawan Disney Parks dan Disney Resorts tidak akan tersentuh.
Baca Juga: Akhir Dekade Ini, BT Group PHK 55 Ribu Karyawan dan Menggantinya dengan AI
Sementara divisi televisi, yang terpukul sangat keras di PHK putaran kedua, sebagian besar karyawannya juga akan terhindar dari PHK.
Diharapkan jadi PHK terakhir
Setelah gelombang ketiga PHK di Disney ini, Bob Iger berharap ini menjadi pengurangan karyawan yang terakhir untuk sementara waktu. Namun, diperkirakan akan masih banyak pemotongan yang lebih kecil dalam beberapa bulan ke depan.
Gelombang ketiga PHK di Disney ini sudah dikonfirmasi oleh Bob pada Februari 2023. Perusahaan berupaya melakukan pengurangan karyawan hingga sekitar 7.000 karyawan, tetapi tidak memberitahu departemen atau divisi mana yang akan terkena dampaknya.
Gelombang pertama PHK yang dilakukan Disney dimulai pada 27 Maret 2023. Gelombang kedua dan terbesar, yang membuat 4.000 karyawan kehilangan pekerjaannya, dimulai pada 24 April 2023.
Baca Juga: Volvo PHK 1.300 Karyawan Demi Efisiensi Sumber Daya dan Optimalisasi Biaya
Saat itu, pihak Disney sudah memberikan pernyataan bahwa mereka akan melakukan pengurangan karyawan untuk kali ketiga sebelum awal musim panas.
Dampak penghematan biaya dan penulis yang mogok kerja
Pada Februari 2023 lalu, Disney mengatakan bahwa perusahaan ini berharap bisa mewujudkan penghematan biaya sebesar 5,5 miliar dollar.
Selain itu, seperti perusahaan media lainnya, mereka juga menghadapi efek dari pemogokan penulis yang tergabung dalam Writers Guild of America yang menuntut kelayakan upah dan kesempatan kerja.
Peristiwa itumembuat Disney menghentikan beberapa pengembangan dan produksi film dan TV milik mereka.
Artikel Terkait
Kebiasaan untuk Meningkatkan Kebahagiaan, Menurut Neuroscience
Akhir Dekade Ini, BT Group PHK 55 Ribu Karyawan dan Menggantinya dengan AI
Keluarga David Ozora Lelah Kasusnya Tidak Jelas, Mario David Malah Diperiksa untuk Kasus Rafael Alun
Main di Hati Suhita, Nadya Arina Malah Sempat Merasa Terbebani dengan Peran Alina Suhita
Menpan-RB Usulkan Gaji PNS Naik, tetapi Tukin Akan Disesuaikan dengan Kinerja PNS
Puteri Indonesia Intelegensia 2019 Jadi Calo Tiket Coldplay: “Jangan Iri terhadap Privilege Saya"