Pada 2005, Adaro Energy resmi mengakuisisi AI melalui pembelian terutang sebesar US$923 juta dan ekuitas sebesar US$50 juta. Sepanjang 2020, perusahaan ini berhasil memproduksi batu bara sebanyak 54 juta ton.
Baca Juga: Boleh Tidak Memakai Masker Tapi Tetap Vaksin, Anjuran Protokol Kesehatan di Masa Endemi Covid-19
8. Garuda Indonesia - Posisi 1.572
● Laba: US$3,67 miliar atau Rp54,6 triliun
Garuda Indonesia merupakan anggota SkyTeam satu-satunya di Indonesia. Maskapai ini juga satu-satunya maskapai dari Indonesia yang terbang ke wilayah Eropa dan Oseania.
Akibat pandemi, Garuda Indonesia sempat mengalami kendala dalam operasional, manajemen, dan pendanaan. Muncul utang yang tidak terbayar sehingga korporasi ini sempat berada di ambang kebangkrutan di pengadilan dan penutupan oleh pemerintah.
Meski begitu, Garuda Indonesia masih bisa masuk ke dalam daftar Forbes Global 2000 2023 dan menjadi satu dari delapan perusahaan Indonesia yang ada di sana. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Kemenag Umumkan Sidang Isbat Idul Adha 2023, Apakah Lebaran Haji Tahun Ini Juga Berbeda?
7 Tips buat yang Baru Pertama Nge-Gym (Salah Satunya Fokus pada Teknik yang Benar)
Westpac PHK Karyawan, Lebih dari 300 Posisi di-PHK!
Jennie Blackpink Dirumorkan Bergabung ke Marvel, Ini Jawaban YG!
Jokowi Kagumi Putri Ariani: Terbanglah Semakin Tinggi dan Tetap Bawa Nama Indonesia
5 Fakta Menarik Seputar Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Open 2023, Jadi Ajang "Balas Dendam"?