Saat ini JIS menggunakan rumput hybrid, jenis rumput yang pertama kali digunakan di stadion Indonesia.
Rumput hybrid merupakan perpaduan antara rumput sintetis dengan rumput alami. Komposisinya 5% rumput sintetis berjenis limonta dari Italia, dan 95% rumput alami berjenis Zoysia matrella dari Boyolali, Jawa Tengah.
Baca Juga: Bukan Cuma Bucin, Ini Alasan Rey Mbayang dan Dinda Hauw Lebih Suka Main Bareng di Satu Film
Standar pemakaian rumput ini, baik campuran rumput sintetis dan alami hingga ketebalannya, disebut sudah merupakan rekomendasi FIFA.
Namun menurut Qamal yang juga Chairman Karya Rama Prima (KaerPe), permasalahan rumput JIS ada pada media dan kebutuhan sinar matahari yang kurang.
"Rumput jenisnya japonica, cuma ditanam di karpet sintetis. Ini masalahnya. Medianya dangkal jadi akar tidak tembus ke bawah. Rumput itu makhluk hidup butuh sinar dan air," jelasnya,
Dengan air yang tidak terpenuhi karena akarnya dangkal dan kurangnya paparan sinar matahari yang dibutuhkan rumput selama delapan jam sehari, adalah akar masalahnya.
Solusi yang dilakukan untuk memerbaiki hal ini adalah dengan memindahkan lapangan yang sudah jadi, salah satunya dari lapangan golf.
"Yang mungkin kalau Bapak Ibu mengikuti pekerjaan kami di GBK, Asian Games 2018 itu memindahkan lapangan dari golf, itu yang bisa dilakukan. Itu solusi paling dekat karena tiga bulan. Kalau jangka panjang ganti rumput yang tahan, soding," kata Qamal.
Baca Juga: Threads, Aplikasi Media Sosial Baru Keluaran Meta yang Disebut Bakal Jadi Saingan Twitter
Bukan hanya JIS yang direnovasi
Menurut Erick Thohir, sebenarnya bukan hanya JIS yang diinspeksi mengenai standar kelayakannya. Pemerintah bersama PSSI saat ini juga berencana merenovasi 22 stadion yang ada di Indonesia agar lebih baik lagi.
Namun, entah kenapa hanya stadion ini yang menjadi sorotan.
"Kenapa harus JIS terus? Kan ada lapangan lain yang mau dicek juga," ujarnya setengah bertanya.
Erick menegaskan pula, bahwa merenovasi JIS agar sesuai dengan standar FIFA tidak menjadikan stadion itu sebagai prioritas. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Usia Korea Tak Lagi Berlaku, Warga Korea Selatan Jadi Lebih Muda 1-2 Tahun
Alasan CEO Twitter Dukung Keputusan Elon Musk Membatasi Pengguna Membaca Postingan Twitter per Hari
Meski Masih Jadi Karyawan Entry Level, 5 Leadership Skill Ini Perlu Kamu Miliki
Boleh Rajin Kerja, Tapi Jangan Jadi Workaholic! Ini 5 Cara Mengatasinya
Gonta-Ganti Pekerjaan Bisa Berakibat Buruk untuk Karir? Ini Faktanya
Buat Fresh Graduate: PT Bank Mandiri Taspen Buka Lowongan Acquisition & Sales Capability Officer