Twitter Menuding Meta Memburu Lusinan Mantan Karyawan Twitter untuk Mengembangkan Threads

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 7 Juli 2023 | 10:19 WIB
Kurang dari 24 jam setelah Threads diluncurkan, pengacara Twitter, Alex Spiro, mengirim surat kepada CEO Meta Mark Zuckerberg. (Twitter @dailyloud)
Kurang dari 24 jam setelah Threads diluncurkan, pengacara Twitter, Alex Spiro, mengirim surat kepada CEO Meta Mark Zuckerberg. (Twitter @dailyloud)

PejuangKantoran.com - Peluncuran Threads disambut meriah oleh para pengguna media sosial. Tetapi ada satu pihak yang kurang senang dengan munculnya aplikasi media sosial baru dari Meta ini.

Twitter berniat mengajukan tindakan hukum terhadap Meta atas aplikasi Instagram berbasis teks tersebut. Twitter menuduh raksasa media sosial itu menggaet mantan karyawan mereka untuk membuat aplikasi yang dirancang untuk meniru Twitter.

Seperti diketahui, perusahaan induk Instagram, Meta, memperkenalkan Threads, pendamping berbasis teks untuk Instagram yang menyerupai Twitter dan platform sosial berbasis teks lainnya, Rabu (5/7/2023) lalu.

Baca Juga: 10 Juta Pengguna Baru Bikin Akun di Threads dalam 7 Jam Pertama Sejak Diluncurkan

Namun kurang dari 24 jam setelah Threads diluncurkan, pengacara Twitter, Alex Spiro, mengirim surat kepada CEO Meta Mark Zuckerberg. Isinya menuduh Meta terlibat dalam "penyalahgunaan rahasia dagang Twitter dan kekayaan intelektual lainnya secara sistematis, disengaja, dan melanggar hukum."

“Twitter bermaksud untuk menegakkan hak kekayaan intelektualnya secara ketat, dan menuntut agar Meta mengambil langkah segera untuk berhenti menggunakan rahasia dagang Twitter atau informasi yang sangat rahasia lainnya,” tulis Spiro dalam surat yang diperoleh secara eksklusif oleh Semafor.

“Twitter memiliki semua hak, termasuk, namun tidak terbatas pada, hak untuk mencari solusi perdata dan ganti rugi tanpa pemberitahuan lebih lanjut untuk mencegah retensi, pengungkapan, atau penggunaan kekayaan intelektualnya lebih lanjut oleh Meta.”

Spiro juga menuduh Meta mempekerjakan lusinan mantan karyawan Twitter yang "sudah dan masih terus memiliki akses ke rahasia dagang Twitter dan informasi rahasia lainnya."

Meta dinilai menugaskan karyawan tersebut untuk mengembangkan aplikasi Threads peniru dengan maksud khusus untuk menggunakan rahasia dagang Twitter dan kekayaan intelektual lainnya.

Hal itu dilakukan, tuding Spiro, untuk mempercepat pengembangan aplikasi pesaing milik Meta, yang melanggar hukum negara bagian dan federal, serta kewajiban berkelanjutan karyawan tersebut ke Twitter.

Baca Juga: Threads, Aplikasi Media Sosial Baru Keluaran Meta yang Disebut Bakal Jadi Saingan Twitter

Andy Stone, Direktur Komunikasi Meta, mengatakan kepada Semafor bahwa tuduhan Twitter tidak berdasar.

"Tidak seorang pun di tim teknik Threads adalah mantan karyawan Twitter -itu tidak penting," katanya.

Dalam tweet yang diposting setelah cerita ini pertama kali diterbitkan pada hari Kamis (6/7/2023), Elon Musk menulis, “Competition is fine, cheating is not ("persaingan itu boleh saja, menyontek tidak boleh").

Ancaman serius

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Tech Crunch, semafor.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X