Dengan Geofoam EPS, beban yang harus ditanggung oleh tanah bisa dikurangi dengan sangat signifikan sehingga mampu mengefisienkan penggunaan peralatan, tenaga kerja di lapangan, serta mudah dibentuk dan dipasang.
Sebagai bahan perbandingan, berat tanah timbunan 1.800kg/meter kubik, sedangkan berat geofoam hanya 25 kg/meter kubik.
Dari Bandung ke Cirebon tak perlu lewat Tol Cipali
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, Tol Cisumdawu ini juga sudah terkoneksi dengan Tol Cipali-Palimanan dan Bandara Kertajati, Majalengka.
Jadi, dari Bandung ke Cirebon sekarang tidak perlu lagi melintasi Tol Cipali. Dengan melewati Tol Cisumdawu, perjalanan dari ujung gerbang Tol Cileunyi dan Cipali hanya memakan waktu sekitar 40 menit.
"Jadi misalnya pas Nataru, orang Bandung kalau mau ke Cirebon nggak lewat Cipali lagi, udah langsung sini. Ini sekarang cuma 40 menit kalau dari ujung Cileunyi sampai Cipali. Kalau di tol ini kan minimal 80 km/jam," katanya.
Gratis selama beberapa minggu
Rencananya, tarif Tol Cisumdawu akan digratiskan selama 2-3 minggu, tergantung Standar Pelayanan Minimal (SPM). Setelahnya, tarif tol akan dipatok mencapai Rp 1.275 per kilometer.
Berikut kisaran tarif Tol Cisumdawu dari pintu tol Cileunyi, Pamulihan, dan Sumedang setelah tidak digratiskan lagi.
1. Cileunyi – Jatinangor: Golongan I Rp 7.500 – Golongan V Rp 15.500
2. Cileunyi – Pamulihan: Golongan I Rp 14.500 – Golongan V Rp 29.000
3. Cileunyi – Sumedang: Golongan I Rp 36.500 – Golongan IV Rp 72.500
4. Cileunyi – Cimalaka: Golongan I Rp 41.500 – Golongan V Rp 83.000
5. Pamulihan - Sumedang: Golongan I Rp 22.000 – Golongan V Rp 43.500
6. Pamulihan - Cimalaka: Golongan I Rp 27.000 – Golongan V Rp 54.000
7. Sumedang - Cimalaka: Golongan I Rp 5.000 – Golongan V Rp 10.500
Baca Juga: Soal Data Paspor RI yang Diduga Bocor, Dirjen Imigrasi Klaim Semua Data Aman. Beneran?
Permudah akses ke Bandara Kertajati
Kehadiran Tol Cisumdawu ini juga disebut akan mempermudah dan memperlancar konektivitas menuju Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BJIB) Kertajati.
Jokowi menjelaskan, jalan tol ini awalnya dikerjakan bersamaan dengan pembangunan Bandara Kertajati. Namun, karena adanya sejumlah masalah pembebasan lahan, pembangunan bandara rampung lebih dahulu dibanding Jalan Tol Cisumdawu.
Karena itu, presiden berharap keberadaan Jalan Tol Cisumdawu dapat mempercepat operasional Bandara Kertajati secara penuh, yang selama ini sempat mati suri. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Penelitian Sebut WFH Bikin Karyawan Kurang Produktif, Walaupun Karyawan Berkeras Sebaliknya
Ngaku Fanboy-nya Sosok Boy, Angga Yunanda Merasa Ada Tekanan Memainkan Tokoh Utama Catatan Si Boy
Tips untuk Kamu yang Ingin Kembali Bekerja Setelah Lama Jadi Ibu Rumah Tangga Biar Nggak Kagok!
Bagaimana Cara Menghadapi Bullying di Kantor? Perusahaan Juga Tak Boleh Tinggal Diam
Kamu Bisa Beli Kacamata Pakai BPJS Kesehatan, Lho! Cara Klaimnya Mudah, Nilai Subsidi Cukup Besar
Berperan sebagai Surrogate Mother di Dear Jo, Ini Kata Anggika Bolsterli Soal Jadi Ibu Pengganti