Baru 2 Minggu Diluncurkan, Pengguna Aktif Threads Turun Drastis. Yakin Bisa Gantikan Twitter?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 24 Juli 2023 | 16:10 WIB
Ilustrasi: Threads dilaporkan mengalami penurunan traffic yang signifikan sebesar 75% di Threads sejak debutnya pada 6 Juli 2023 lalu. (Unsplash/PSK-Slayer)
Ilustrasi: Threads dilaporkan mengalami penurunan traffic yang signifikan sebesar 75% di Threads sejak debutnya pada 6 Juli 2023 lalu. (Unsplash/PSK-Slayer)

PejuangKantoran.com - Disebut-sebut sebagai kandidat utama pengganti Twitter, yang pemiliknya semakin problematik, Threads justru mulai banyak ditinggalkan penggunanya.

Firma analisis pasar Sensor Tower melaporkan penurunan traffic Threads yang signifikan sebesar 75% sejak debutnya pada 6 Juli 2023 lalu.

Selain itu, data SimilarWeb mengungkapkan bahwa rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pengguna di aplikasi Threads telah menurun menjadi 4 menit dari 19 menit di iOS, dan 5 menit dari awalnya 21 menit di Android.

Baca Juga: Pakar Media Soal Threads Jadi Pesaing di Media Sosial: Saingan Itu Wajar

Data yang sama juga menunjukkan bahwa pada 7 Juli 2023 ada sekitar 49 juta pengguna aktif Threads. Namun, seminggu kemudian, tepatnya pada 14 Juli 2023, pengguna aplikasi tersebut tersisa 23,6 juta.

Lalu, menurut The Spectator Index, Threads juga mengalami penurunan minat penggunanya. Berbeda dengan Twitter, yang meski sempat “dibenci”, minat penggunanya masih stabil dari hari ke hari.

Padahal, Threads telah mencapai pertumbuhan luar biasa dengan menjadi aplikasi yang mengalami pertumbuhan tercepat yang pernah ada. Hanya dalam waktu lima hari, ada lebih dari 100 juta yang mendaftar dan menjadi pengguna aktif.

Aplikasi ini bahkan melampaui popularitas ChatGPT OpenAI.

Menurut Data.ai Intelligence, saat ini unduhan aplikasi media sosial terbaru dari Meta itu telah melampaui 184 juta.

Apa yang terjadi dengan Threads?

Salah satu kekurangan Threads untuk mempertahankan pengguna adalah kurangnya kejelasan mengenai tujuannya.

Saat baru diluncurkan, Instagram —sebagai perusahaan induk Threads— sepertinya berusaha menarik pengguna Twitter yang tidak puas. Namun, kenyataannya Threads dan Twitter melayani audiens yang berbeda.

Selama bertahun-tahun, Twitter telah memantapkan dirinya sebagai platform untuk berita dan politik. Ada banyak tokoh terkemuka seperti jurnalis, selebritas, atlet, dan politisi berbagi pendapat mereka, yang seringkali melibatkan politik, di sana.

Baca Juga: Threads Bikin Baterai Smartphone Cepat Habis? Lakukan Setting-an Ini untuk Mengatasinya!

Sementara itu, Instagram dan platform Meta lainnya lebih fokus pada konten visual seperti gambar dan video, yang dianggap “menjauhkan diri” dari lanskap politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Instagram @bigalphaid, Samachar Central

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X