news

Wabah Virus Nipah Merebak di India, Bagaimana Cara Penularannya dan Apa Gejalanya?

Senin, 18 September 2023 | 13:39 WIB
Ilustrasi: Virus Nipah yang menyebar dari hewan ke manusia yang menyebabkan demam, muntah, dan infeksi saluran pernapasan. (Pixabay)

Sejak saat itu, penyakit ini paling banyak terjadi di Bangladesh dan India, yang melaporkan wabah pertamanya pada 2001.

Bangladesh adalah negara yang paling terkena dampaknya dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 100 orang meninggal karena Nipah sejak 2001.

Baca Juga: Belajar dari Para Atlet Tenis Terkenal, Ini 4 Cara Mereka Menghadapi Tekanan

Dua wabah awal di India menewaskan lebih dari 50 orang sebelum akhirnya dapat dikendalikan.

Negara bagian Kerala di bagian selatan telah mencatat dua kematian akibat Nipah, dan empat kasus terkonfirmasi lainnya sejak Agustus 2023.

Ini menjadi kasus Nipah untuk keempat kalinya di Kerala dalam lima tahun terakhir. Virus tersebut telah membunuh 17 orang pada kasus pertama di 2018.

Pihak berwenang di negara tersebut telah menutup beberapa sekolah dan melakukan pengujian massal. Dalam beberapa minggu, dilakukan pengujian yang luas dan isolasi ketat terhadap mereka yang melakukan kontak dengan pasien.

Mengapa virus yang menyebar dari hewan ke manusia lebih sering terjadi?

Pertama kali muncul ribuan tahun yang lalu, zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia telah berkembang biak dalam 20 – 30 tahun terakhir.

Pertumbuhan perjalanan internasional ke banyak negara memungkinkan penyebarannya menjadi lebih cepat.

Para ahli menjelaskan, dengan menempati wilayah yang semakin luas di planet ini, manusia juga berkontribusi terhadap gangguan ekosistem dan meningkatkan kemungkinan mutasi virus secara acak yang dapat menular ke manusia.

Selain itu, pertanian industri meningkatkan risiko penyebaran patogen di antara hewan, sedangkan penggundulan hutan meningkatkan kontak antara satwa liar, hewan peliharaan, dan manusia.

Dengan lebih banyak pencampuran, spesies akan menularkan virusnya lebih banyak sehingga mendorong munculnya penyakit baru yang berpotensi menular ke manusia.

Baca Juga: Makin Banyak Orang Kena Kanker di Usia Muda, Mungkinkah Ini Penyebabnya?

Perubahan iklim juga akan mendorong banyak hewan meninggalkan ekosistemnya demi lahan yang lebih layak huni, menurut penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah “Nature” pada 2022.

Halaman:

Tags

Terkini