news

Waspada, Setelah Penipuan Berkedok Cinta Kini Ada Penipuan Berkedok Perusahaan Multinasional

Minggu, 29 Oktober 2023 | 17:00 WIB
ilustrasi cinta atau jatuh cinta? (unsplash)

Mengikuti perkembangan skema dan teknik penipuan terbaru dapat menjadi bentuk pencegahan utama. Pastikan untuk berbagi dengan para karyawan agar mereka tetap mengetahui tren penipuan saat ini dan tetap mengikuti perkembangan praktik keamanan terbaru.

Mempertahankan pendekatan proaktif untuk melindungi perusahaan dan karyawan dari penipuan dan kecurangan sangatlah penting.

2. Berhati-hatilah saat menjelajahi internet - Hindari mengklik tautan yang mencurigakan dan mengunduh lampiran dari sumber yang tidak dikenal. Waspadai email penipuan; pastikan untuk mempercayai domain email perusahaan dan abaikan nama pengirimnya. Biasanya, penipu akan menggunakan nama CEO beserta jabatannya, tetapi jarang sekali mereka memiliki alamat email/domain yang sama.

3. Gunakan kata sandi yang kuat dan lindungilah data pribadi - Pastikan akun Anda memiliki kata sandi yang kuat dan unik, dan pertimbangkan untuk menggunakan pengelola kata sandi. Simpan informasi keuangan dan data pribadi Anda dengan hati-hati, baik secara online maupun offline. Pastikan Anda mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA) untuk meningkatkan keamanan. Di mana pun Anda bisa, aktifkan 2FA untuk akun Anda yang sedang online.

Baca Juga: Fakta Menarik tentang Patung Lilin Madame Tussauds, Orang Jelek Patungnya Lebih Mirip?

4. Periksa lebih teliti setiap permintaan - Sebelum menjawab pertanyaan atau mengirimkan informasi apa pun sebagai tanggapan atas permintaan informasi pribadi atau keuangan yang tidak diminta, pastikan pemohon adalah orang yang terpercaya dengan menggunakan sumber yang juga dapat dipercaya.

5. Waspadai tanda-tanda bahaya - Bersikap skeptis terhadap tawaran yang tampak terlalu bagus dan indah untuk menjadi kenyataan atau taktik penjualandengan tekanan tinggi, dan langsung laporkan penipuan tersebut. Jika Anda menemukan penipuan atau aktivitas penipuan, segera laporkan kepada pihak berwenang.

6. Periksa transaksi dan saldo Anda secara berkala - Tinjau laporan transaksi dan saldo Anda secara teratur untuk menemukan aktivitas yang tidak sah atau mencurigakan. Biasanya kita berpikir bahwa orang yang lebih tualah kemungkinan besar menjadi korban penipuan karena mereka adalah target yang lebih mudah bagi para penipu. Mereka kurang berpengalaman dengan teknologi dan mungkin juga mengalami gangguan sensorik atau kognitif yang meningkatkan kerentanan mereka terhadap penipuan. Faktanya, para penipu saat ini lebih canggih dan menargetkan kaum milenial.

Karena kaum milenial lebih sering online daripada orang yang lebih tua, kemungkinan terhadap penipuan terhadap kaum milenial pun meningkat.

Baca Juga: Patung Lilin Travis Barker Dipamerkan di Madame Tussauds: Patung Paling Mirip Sejauh Ini!

"74% dari karyawan kami dan 41% dari klien kami adalah generasi milenial, yang pernah dihubungi oleh penipu. Saat ini, penipuan tidak lagi terbatas pada usia dan pekerjaan tertentu, semua orang dapat dengan mudah dihubungi oleh penipu dengan berbagai cara. Oleh karena itu, kita harus selalu mengikuti perkembangan skemapenipuan terbaru. Sebagai perusahaan, kami  juga perlu sering memperbarui dan berbagi teknik baru untuk mengatasi penipuan," ungkap Violet.

Masyarakat, organisasi bahkan perusahaan harus mulai menggunakan internet dengan lebih berhati-hati, memberikan informasi pribadi dengan hati-hati, dan tetap waspada terhadap penipuan yang lazim terjadi agar tidak menjadi korban.

Halaman:

Tags

Terkini