news

Tren 2024: Karyawan Ingin Diberi Prioritas dan Deadline yang Jelas, Bukan Cuma Soal Absensi Kerja

Senin, 18 Desember 2023 | 14:11 WIB
Ilustrasi: Karyawan lebih ingin pimpinan mengutamakan kejelasan mengenai prioritas kerja dan deadline yang jelas, daripada mementingkan absensi atau keharusan masuk kantor. (Freepik/Garets Visual)

PejuangKantoran.com - Ada satu perubahan yang diinginkan karyawan pada 2024 nanti. Mereka menganjurkan perubahan dalam dinamika tempat kerja dengan memprioritaskan kejelasan kerja daripada mementingkan keharusan masuk kantor atau absensi.

Menurut Laporan Tren Kerja Digital 2023 Slingshot, tenaga kerja menekankan perlunya prioritas yang jelas (42%) dan deadline yang telah ditetapkan (30%) untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka secara efektif.

Dari laporan ini, terlihat perbedaan yang signifikan antara standar kinerja yang diantisipasi dari para pemimpin dan persyaratan mendasar yang dicari karyawan untuk produktivitas kerja yang optimal.

Baca Juga: MBloc Group Buka Lowongan Kerja Group HR & GA Manager, Diutamakan yang Pengalaman di Bisnis Kreatif

Karyawan menyatakan perlunya prioritas kerja yang terdefinisi dengan baik, deadline, dan beban kerja yang dapat dikelola, untuk merampingkan produktivitas kerja dan kinerja mereka.

Kenyataan yang dialami para pekerja

Dean Guida, pendiri Slingshot, menyebutkan bahwa karyawan saat ini menghadapi tantangan besar dalam bekerja karena jadwal kerja yang terlalu padat, prioritas kerja yang tidak jelas, dan deadline yang tidak ditentukan.

Begitu juga dengan kurangnya visibilitas dan keselarasan di seluruh tim, yang berkontribusi pada hilangnya produktivitas dan deadline yang terlewat.

"Karyawan sering merasa kelebihan beban, tidak yakin dengan prioritas kerja dan deadline, serta takut untuk mengatakan 'tidak' pada pekerjaan tambahan, bahkan ketika mereka sudah memiliki terlalu banyak pekerjaan,” jelasnya,

Salah satu pengamatan utama dalam laporan Slingshot, menunjukkan bahwa ketika karyawan menangani terlalu banyak proyek secara bersamaan (37%), kurangnya kejelasan tentang prioritas (25%), atau bekerja tanpa deadline yang ditetapkan (17%), produktivitas mereka terpengaruh secara signifikan.

Baca Juga: Wow Denpasar Jadi Kota Kuliner Terbaik Ke-6 Buat Pecinta Makanan dari Seluruh Dunia

Bahkan, 64% karyawan melaporkan kehilangan setidaknya 1 – 2 jam produktif setiap hari karena tidak adanya deadline dan 22% karyawan kehilangan 3 – 4 jam setiap hari.

Pemimpin

Kebalikan dari apa yang diyakini selama ini, meningkatkan frekuensi rapat ternyata tidak lantas membuat produktivitas meningkat. 

Jika pemimpin sering merasa perlu melakukan pengawasan ketat ketika kualitas kerja menurun atau deadline dilanggar, karyawan merasa pimpinan terlalu ikut campur (ini yang disebut micromanagement) ketika mereka terlalu sering diminta masuk kantor (45%) atau meeting berlebihan (43%).

Halaman:

Tags

Terkini