PejuangKantoran.com - Gen Z adalah generasi yang sangat vokal tentang masalah yang dialami di dunia kerja. Mereka bahkan tidak ragu menumpahkan keluh kesah di media sosial, seperti TikTok.
Di platform tersebut, bahkan ada video yang menjadi viral berisi beberapa karyawan Gen Z yang sedang menangis karena menemukan realita dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.
Bahkan, ada karyawan Gen Z yang sampai berhenti dari kehidupan korporat hanya beberapa bulan setelah bekerja.
Baca Juga: Glock, Senjata Api Genggam Sejuta Umat, Laris di Film-film hingga Penjahat
Di antara ribuan komentar yang ada dalam video-video tersebut, banyak yang bilang bahwa mereka sangat relate dengan masalah yang sama. Banyak karyawan Gen Z yang merasa dunia kerja sangatlah berat.
Tak heran jika banyak karyawan muda yang menolak menaiki tangga karir karena tidak ingin memiliki lebih banyak tanggung jawab, tetapi dengan gaji atau benefit yang sedikit.
Menurut survei di Instagram, satu dari tiga Gen Z juga mengatakan bahwa mereka ingin bekerja untuk diri sendiri.
Kenyataan di lapangan cukup berbeda
Meskipun di media sosial banyak Gen Z tidak setuju dengan “norma-norma” perusahaan–terutama yang ditetapkan oleh milenial dan Gen X- tetapi faktanya para pekerja muda ini sebenarnya cukup puas dengan pekerjaan mereka secara keseluruhan.
Terlepas dari keluhan yang dipublikasikan di media sosial, mayoritas Gen Z memulai peran mereka di perusahaan dengan senang hati tahun ini.
Pada Februari 2023, Pew Research Center mengumpulkan tanggapan survei dari 5.902 pekerja di Amerika Serikat untuk melihat tingkat kepuasan di kalangan karyawan Gen Z.
Survei menemukan bahwa 44% orang yang berusia antara 18 – 29 tahun merasa sangat puas dengan pekerjaan mereka secara keseluruhan, dan 41% agak puas.
Baca Juga: Pernah Dididik di Inter Milan, Ciccio Manassero Percaya Karakter Bisa Dibangun melalui Olahraga
Hanya 15% responden yang merasa tidak terlalu puas atau sama sekali tidak puas dengan pekerjaannya.
Lebih dari 60% kelompok usia tersebut merasa sangat puas dengan hubungan mereka dengan rekan kerja dan supervisor. Hampir setengahnya melaporkan bahwa mereka senang dengan pekerjaannya sehari-hari, tunjangan karyawan, dan umpan balik terkait pekerjaan.