Royal wedding antara Pangeran Abdul Mateen dan Anisha Rosnah binti Adam berlangsung mulai 7-16 Januari 2024. Hari ini, Senin (15/1/2024) akan diadakan jamuan makan yang kembali dihadiri para tamu negara.
Sehari sebelumnya, Minggu (14/1/2024) berlangsung resepsi perkawinan di Balai Singgahsana Indera Buana, aula Istana Nurul Iman, yang disebut Majlis Istiadat Bersanding Pengantin Diraja.
Saat itu, Sultan Hassanal Bolkiah membimbing tangan putranya untuk menyentuh kening Anisha. Hal ini sebagai simbol persatuan mereka secara resmi sebagai suami-istri.
Pada acara resepsi, Mateen mengenakan seragam militer berwarna putih dengan aksen keemasan, sedangkan Anisha tampak cantik dan anggun dalam busana pengantin warna putih dari songket tenun Di-Raja Brunei.
Ia melengkapi gaun pengantinnya dengan kerudung bertabur perhiasan yang memukau. Sebuah tiara yang juga bertabur berlian mengikat kerudungnya. Tiara ini sebelumnya dipakai Putri Azeemah, kakak perempuan Mateen, saat perkawinannya.
Anisha juga mengenakan anting dan kalung berlian yang mewah, dan membawa buket kecil yang dibuat dari logam mulia dengan hiasan permata.
Mereka tiba di Istana Nurul Iman dengan mobil Rolls Royce atap terbuka, sambil menyambut warga masyarakat yang berkumpul di jalanan Bandar Seri Begawan.
Itu kali pertama pasangan pengantin baru ini terlihat bersama sejak upacara pernikahan resmi yang berlangsung secara tertutup pada Minggu (7/1/2024) lalu.
Resepsi perkawinan mereka dihadiri sekitar 5.000 tamu, termasuk anggota senior keluarga kerajaan Brunei, serta sejumlah bangsawan dan pejabat internasional.
Di antaranya Putri Noor Bint Asem dari Yordania, Raja Abdullah dan Ratu Azizah dari Malaysia, Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsun Pema, Presiden Indonesia Joko Widodo, dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.
Baca Juga: Haruskah Membuang Paspor yang Sudah Mati, dan Apa Manfaat Menyimpan Paspor Lama?
Keluarga Kesultanan Brunei adalah monarki yang berkuasa di Brunei, sebuah negara kecil yang berdaulat di Kalimantan. Keluarga ini salah satu yang terkaya dan paling berpengaruh di dunia, berkat cadangan minyak dan gas alam yang besar.
Pangeran Mateen berada di urutan keenam dalam garis takhta, dan sepertinya tidak akan menjadi sultan. Namun, ia kerap terlihat mendampingi ayahnya dalam berbagai perjalanan kenegaraan di seluruh dunia.