news

Saat Orang Kantoran Tak Lagi Nyaman Ngopi-ngopi

Jumat, 19 Januari 2024 | 16:33 WIB
Ilustrasi: Kopi, dengan kandungan kafeinnya, membantu meningkatkan konsentrasi. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Akan datang masanya saat orang kantoran tak lagi nyaman ngopi-ngopi.

Padahal, selama ini, ngopi-ngopi alias minum kopi, baik sendiri maupun bersama teman, adalah keseharian tak terelakkan, termasuk bagi orang kantoran.

Laman straitstimes.com dalam laporan rilisan Jumat 19 Januari 2024 menyebut ikhwal ngopi-ngopi, nyaris di seluruh dunia, banyak terganggu perkara di Terusan Suez di Laut Merah.

Posisi Terusan Suez di Laut Merah, di perairan Mesir sangat strategis sebagai jalur penhubung Asia dan Afrika Timur menuju Eropa.

Perang yang belum jua usai antara Israel versus Hamas berbuntut panjang hingga ke Terusan Suez di Laut Merah.

Di Laut Merah, kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan mendukung Hamas, melakukan serangan bersenjata terhadap kapal-kalal dagang dan kontainer yang melintas di Laut Merah menuju Terusan Suez.

Houthi dukungan Iran ini menunjukkan sikap protes kepada Israel berkenaan dengan perang versus Hamas tersebut.

Di Laut Merah menuju Terusan Suez, kapal-kapal dagang berbagai negara membawa beragam komoditas semisal kopi, coklat, jahe, gandum, anggur dan banyak komoditas asal Asia dan Afrika Timur untuk dijual di negara-negara Eropa.

Serangan bersenjata yang masif dari Houthi mengincar kapal-kapal dagang itu.

Alhasil, banyak kapal dagang menghindari Laut Merah menuju Terusan Suez.

Kapal-kapal dagang itu memilih memutari Benua Afrika dalam perjalanan mereka menhindari kekerasan bersenjata.

"Kondisi serangan bersenjata yang berlangsung makin lama akan memperbesar biaya transportasi kapal-kapal dagang dan bakal menaikkan harga komoditas ke Eropa," ucap Managing Director Euro Food yang merupakan eksportir buah anggur terbesar di India, Nitin Agrawal.

Euro Food, kata Nitin Agrawal, biasa mengirim anggur dari India melalui Laut Merah ke Terusan Suez untuk memenuhi kebutuhan pasar-pasar Eropa.

Tak hanya itu, Nitin Agrawal juga meresahkan kualitas anggur bisa anjlok lantaran terlalu lama waktu perjalanan pengiriman gegara kapal harus memutari Benua Afrika menuju Eropa.

Halaman:

Tags

Terkini