PejuangKantoran.com - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menengaskan bahwa ke depannya Indonesia tidak boleh mengekspor bahan mentah. Sebaliknya, berbagai bahan mentah ini harus diproduksi di dalam negeri melalui program hilirisasi industri.
Tak dimungkiri, Gibran memang sejak awal konsisten untuk mendukung hilirisasi industri.
"Indonesia negara besar kita harus bersyukur Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya. Di antaranya kita memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, timah terbesar nomor 2 di dunia."
"Oleh karena itu, program hilirisasi harus dilanjutkan dan diperluas cakupannya," kata Gibran saat debat cawapres di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1).
Baca Juga: 'Tas Bekal' Super Mewah Louis Vuitton, Harganya Rp53,5 Juta
"Kita mendorong transisi energi hijau seperti bioavtur, biodiesel & bioetanol yg sdh dilakukan meliputi B35 dan B40," jelasnya.
Cakupan ini lanjutnya tidak hanya hilirisasi tambang, tapi sektor hilirisasi pertanian, maritim dan juga hilirisasi digital.
"Potensi energi baru terbarukan kita juga sudah luar biasa, bisa mencakup 3.686 gigawatt, yang meliputi energi surya, air, angin, bio energi dan panas bumi. oleh karena itu pentahelix wajib didorong," ucapnya Gibran.
Menurut Gibran, mengurangi ekspor barang mentah akan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil.