news

Jumpa Prabowo, Kardinal Suharyo: "Pimpinan Gereja Katolik Tidak Memihak, tapi Dukung Siapapun yang Terpilih"

Jumat, 26 Januari 2024 | 19:56 WIB
Prabowo Subianto berjumpa Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo (kiri) dan Uskup Bandung Antonius Subianto Bunjamin (tengah) di kantor KWI, Jalan Cut Meutia 10, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024).

PejuangKantoran.com - Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk menjalankan kontestasi politik yang santun demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Keyakinan apapun yang dianut, yang paling penting adalah persatuan dan kerukunan di antara seluruh rakyat Indonesia. Prabowo Subianto berpendapat, nilai-nilai kerukunan itu harus dipelopori, dimulai dari para elit dan para pemimpinnya agar bisa dicontoh oleh rakyat.

Hal tersebut disampaikan Prabowo Subianto saat bertemu Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jalan Cut Meutia 10, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024).

Baca Juga: Jamin Pemilu Jujur dan Adil, TPM Ganjar-Mahfud Gelar Pembekalan untuk Agen Penguin 003

Kardinal Suharyo mengatakan, dalam pertemuan tersebut Prabowo menyampaikan bahwa dirinya akan fokus pada persatuan dan kerukunan jelang Pemilu 2024.

"Yang disampaikan oleh Bapak Prabowo Subianto tadi intinya semuanya adalah kesatuan. Di bawah judul kesatuan itu ada sekian banyak hal: pemilu jujur, dikatakan oleh Bapak Prabowo sendiri, yang baik, adil dan sebagainya," ujar dia.

Ranah gereja Katolik adalah iman, demikian Kardinal Suharyo menegaskan pada Prabowo. Oleh sebab itu, ia mendorong seluruh umat, khususnya Katolik, untuk mengedepankan kebaikan bersama.

"Harapannya pasti, tadi saya sudah menyampaikan kepada Bapak Prabowo, kami sebagai bagian dari gereja Katolik wilayah kami adalah iman, tidak yang lain-lain.

“Berdasarkan inspirasi iman itu, mendorong seluruh umat Katolik khususnya dalam fungsi dan peranan yang berbeda-beda, berjuang untuk kebaikan bersama," imbuh Kardinal Suharyo.

Baca Juga: Bertemu Tokoh Adat Papua, Gibran: Kami Tidak akan Pernah Meninggalkan Papua

Uskup Suharyo pun menekankan, bahwa atas nama pimpinan gereja Katolik tidak boleh berpihak ke salah satu paslon karena tugas utamanya adalah mempersatukan.

Namun, pihaknya akan mendukung siapapun yang terpilih melalui proses dan hukum yang berlaku.

"Jadi di dalam gereja Katolik pilihan politik itu bermacam-macam dan kami pimpinan-pimpinan gereja tidak boleh berpihak karena tugas kami mempersatukan. Nanti kalau berpihak lalu fungsi pemersatu itu hilang.

"Kami akan mendukung siapapun yang akan terpilih lewat proses yang memang sudah diatur oleh undang-undang," imbuhnya.

Tags

Terkini