PejuangKantoran.com - Informasi terkini menunjukkan pekerja migran sopir bus umum di Singapura dapat fasilitas tempat tinggal.
"Fasilitas tempat tinggal pekerja migran sopir bus umum di Singapura itu masuk dalam pengembangan pengelolaan manajemen transportasi darat Singapura," kata pernyataan terkini Otoritas Transportasi Darat Singapura atau SLTA.
Termutakhir, SLTA akan memulai pembangunan depo bus umum terbaru pada 2024.
"Tender konstruksi sudah terlaksana pada 2 Februari 2024," kata SLTA dalam warta straitstimes.com, rilisan Senin 12 Februari 2024.
SLTA membeberkan depo bus umum teranyar itu bernama Yushun Avenue 8.
Pekerja migran
Dalam rancangan SLTA, Depo Bus Yushun Avenue 8 bisa menampung 500 bus umum.
Luas tanah Depo Bus Yushun Avenue 8 adalah 5,6 hektar.
Lokasi depo bus umum terbaru itu berhadapan dengan Kawasan Industri Yushun atau Yushun Industrial Park.
SLTA sudah menyasar kawasan Yushun Avenue 8 sebagai lokasi depo bus umum tergres sejak 2019.
Pada 2022, SLTA juga sudah melakukan zonasi atau peruntukan wilayah Yushun Avenue 8 sebagai depo bus tergres.
"Kami akan membangun fasilitas tempat tinggal untuk pekerja migran sopir bus umum di Singapura di Depo Bus Yushun Avenue 8," kata SLTA menegaskan.
SLTA menerangkan, selain fasilitas tempat tinggal pekerja migran sopir bus umum di Singapura, Depo Yushun Avenue 8 akan memiliki fasilitas kantor, reparasi bus, pemeliharaan bus, dan layanan lainnya.
"Depo Bus Yushun Avenue 8 juga memiliki fasilitas untuk bus listrik," kata SLTA.