PejuangKantoran.com - KPU sudah menetapkan tanggal 11-13 Februari 2024 sebagai masa tenang sebelum hari pemungutan suara Pemilu 2024. Pada masa tenang, ketiga paslon sudah tidak boleh berkampanye.
Oleh karena itu Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, Nusron Wahid, mengingatkan bahwa masa tenang seharusnya menjadi masa transisi dari keriuhan kampanye dengan pengembalian mandat ke tangan rakyat.
Baca Juga: Apa itu Faktor Geopolitik dan Apa Pengaruhnya dengan Pilpres 2024
“Kampanye sudah selesai, sekarang mandat dan kedaulatan sudah ada di tangan rakyat. Dan itu akan ditunaikan besok, jadi kita doakan saja. Semoga proses Pemilu kita damai dan mendapatkan pemimpin terbaik,” ujar Nusron Wahid.
Pihak TKN sendiri, lanjut Nusron Wahid, akan berfokus pada pengawalan suara agar tidak terjadi kecurangan dari proses pemungutan, penghitungan, sampai rekapitulasi suara.
“Kita berfokus pada pengawalan kemenangan. Saya menginstruksikan TKD dan organ relawan di seluruh Indonesia untuk bergerak semuanya; ajak pemilih ke TPS dan fokus pada pengawalan suara di tiap proses.
“Mulai dari pemungutan, penghitungan, dan semua proses rekapitulasi. Jangan sampai ada satu pun yang dicurangi dan tidak nyoblos,” tegas Nusron, di Media Center Prabowo Gibran, Selasa (13/02/2024).
Baca Juga: Aturan Pantang dan Puasa Masa Prapaskah untuk Umat Katolik, Dimulai dari Rabu Abu
Ia mengimbau para pemilih untuk tidak terpancing dengan provokasi dan berbagai narasi negatif yang beredar selama masa tenang Pemilu.
Dia juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam pengawalan suara di TPS masing-masing agar Pemilu jauh dari kecurangan.
“Prabowo Gibran sangat menghargai masa tenang. Masa ini seharusnya penuh kedamaian dan jauh dengan kebisingan politik.
“Saya menghimbau masyarakat tidak terpancing atas provokasi dari mereka yang tak mau menghargai masa tenang,” ujarnya.
Baca Juga: Lulusan Fakultas Hukum, Ada Lowongan Kerja Corporate Secretary di MNC Vision, Nih!
Nusron mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam proses pengawalan suara.
“Mari kita ikut menjaga suara, minimal jaga masing-masing TPS tempat tinggal kita. Jaga TPS sampai malam, sampai perhitungan semua suara selesai,” imbaunya.