news

Sah! Rekrutmen Polisi Difabel Disahkan dan Jadi yang Pertama di Asia

Senin, 26 Februari 2024 | 16:15 WIB
Rekrutmen polisi difabel akhirnya disahkan. Hal ini diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit. (Pexels)

 

PejuangKantoran.com - Rekrutmen polisi difabel akhirnya disahkan. Hal ini diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit. 

Dia mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas boleh mengikuti seleksi masuk Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) dan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri. Dia menyebut, rekrutmen polisi difabel ini adalah yang pertama di Asia.

"Di Asia ini baru pertama kali. Kebijakan Pak Kapolri ini kami eksekusi langsung untuk penerimaan anggota Polri tahun 2024," kata Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Minggu (26/2), dikutip dari berbagai sumber soal rekrutmen polisi difabel.

Baca Juga: Hati-hati Kalau Suka Minum Kopi Pakai Kental Manis, Ini Bahaya yang Mengintai

"Ini tonggak sejarah bahwa Polri ini sangat ramah, dan membuka peluang, kesempatan yang sama seusai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016."

Di negara lain, sistem ini sudah diterapkan, misalnya Inggris dan Australia. Di sana, tim Polri melihat para difabel selalu dilibatkan dalam tugas kepolisian.  

"Kami melakukan studi komparatif di beberapa negara maju yang sudah mempekerjakan kelompok disabilitas bergabung dalam tugas-tugas kepolisian. Oh ternyata ada, ternyata ada di beberapa negara Eropa kemudian beberapa negara di Inggris, di Australia yang jauh lebih maju. (Negara-negara) itu sudah mempekerjakan polisi-polisi dari kelompok disabilitas di operator-operator dan pekerjaan-pekerjaan staff," kata Dedi.

Baca Juga: Kartu Ucapan Bergambar Anjing untuk Raja Charles III

Usai studi komparatif ke Australia dan Inggris, Dedi menyampaikan pihaknya pun melakukan pemetaan internal. Dedi menerangkan di lingkungan Polri pun sudah ada sejumlah disabilitas yang dipekerjakan namun statusnya bukan anggota polisi, melainkan pegawai harian lepas dan ASN Polri.

"Dan kami melakukan langkah awal mapping dulu. Setelah mapping ternyata ada kelompok disabilitas yang sudah bekerja di lingkungan kepolisian, khususnya dokter di beberapa rumah sakit dan juga sebagai operator komputer," katanya.

"Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," ucap Dedi.

 

Tags

Terkini