news

Generasi Z atau Gen Z Penyumbang Rendahnya Angka Kelahiran, apabila...

Kamis, 29 Februari 2024 | 15:00 WIB
Bagaimana Cara Membuat Iklan yang Efektif dan Bisa Menghipnotis Generasi Z (pexels.com/cottonbro studio)

PejuangKantoran.com - Generasi Z atau Gen Z berpotensi menjadi penyumbang rendahnya angka kelahiran pada populasi di sebuah negara.

Generasi Z atau Gen Z adalah generasi dalam kurun kelahiran 1997 sampai dengan 2012.

Apabila diukur, usia Gen Z atau Generasi Z tertua adalah 27 tahun.

Pada umur itu, lazimnya di banyak negara, termasuk di Indonesia dan Singapura, 27 tahun adalah usia seseorang mantap berkarier dan menikah.

"Namun, kini ada kecenderungan Gen Z atau Generasi Z tidak menjadikan menikah sebagai prioritas," kata data pada paparan oleh Kantor Menteri untuk Perdana Menteri Singapura pada informasi di laman straitstimes.com edisi Kamis 29 Februari 2024.

Generasi Z

Data itu menyebut ada beberapa alasan Generasi Z yang memilih tak menomorsatukan menikah.

"Selain tingginya biaya hidup, khususnya dalam berkeluarga, Generasi Z menganggap pernikahan menjadi hambatan dari pilihan sikap hidup bebas atau mandiri dan pencapaian karier," ujar data itu.

Kendati begitu, risiko mengambil pilihan tidak menikah, khususnya oleh Generasi Z atau Gen Z berkaitan dengan masalah atau problem yang bakal menimpa kelangsungan hidup suatu negara.

"Risiko pilihan tidak menikah oleh Generasi Z bisa memunculkan rendahnya angka kelahiran di suatu negara," bunyi data itu.

Terkini, Singapura mencatatkan rendahnya rerata angka kesuburan hingga 2023 usai.

Rerata angka kesuburan merujuk pada jumlah kelahiran bayi oleh perempuan pada masa suburnya.

Lantas, kini, angka total tingkat kesuburan atau TFR di Singapura adalah 0,97.

Pencapaian 0,97 ini adalah yang terendah sejak kali pertama Republik Singapura berdiri yakni pada 1965.

Halaman:

Tags

Terkini