news

Bahkan ChatGPT Dianggap Mampu Memberikan Bimbingan Karir yang Lebih Baik daripada Atasan!

Minggu, 3 Maret 2024 | 09:36 WIB
Ilustrasi: Karyawan muda pun lebih memilih mencari bimbingan karir melalui ChatGPT daripada dari atasan mereka. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Jabatan pimpinan atau bos sepertinya makin tidak dianggap oleh karyawan muda yang datang dari kalangan Gen Z. Sebab, untuk urusan bimbingan karir saja, karyawan-karyawan baru ini lebih mengandalkan ChatGPT daripada atasan mereka.

Menurut survei terbaru dari INTOO dan firma riset Workplace Intelligence, minimnya bimbingan karir dari atasan membuat karyawan Gen Z merasa frustrasi.

Baca Juga: Ulasan Situs Townhall: Keberhasilan Prabowo Mengikuti Kesuksesan Jokowi dalam Kontestasi Sulit Ditandingi

Terbukti, 47% dari mereka mengatakan mendapatkan saran mengenai bimbingan karir yang lebih baik dari ChatGPT daripada dari atasan langsung, demikian menurut survei dari perusahaan pengembangan karir dan penempatan karyawan itu.

Kemudian, 44% dari karyawan Gen Z berharap untuk mengundurkan diri dalam waktu enam bulan setelah diterima bekerja di perusahaan. Gaji yang tinggi pun tidak mempengaruhi keputusan mereka.

"Kepuasan dan loyalitas karyawan terkait dengan dukungan dan investasi yang ditawarkan perusahaan kepada karyawannya, dan bahkan gaji yang kompetitif pun, tidak dapat mengatasi rintangan itu," kata Mira Greenland, Chief Revenue Officer di INTOO.

Mira mengatakan, pengembangan karir yang dimaksud karyawan-karyawan muda itu tidak selalu harus berupa upaya besar. Hal sederhana seperti rekomendasi podcast favorit, atau saluran Slack dengan konten yang relevan untuk pengembangan karyawan bisa memberikan kesan yang baik dari atasan.

Baca Juga: Mengapa Karyawan Harus Berhenti Mengkhawatirkan AI dan Fokus pada Reskilling untuk Memanfaatkannya

Sebelum mampu membantu anggota tim, Mira mengatakan bahwa perusahaan harus terlebih dahulu memastikan bahwa para manajer memiliki keterampilan yang mereka kembangkan sendiri.

Berinvestasi dalam lokakarya atau pelatihan untuk mengasah kemampuan komunikasi, mengakses kursus melalui platform pendidikan online seperti Coursera, Udemy, dan edX, atau mendatangkan pelatih eksternal, bisa membuat perbedaan besar.

Karyawan muda juga berharap manajer menjadwalkan sesi pengembangan karir secara rutin dengan karyawan setidaknya setiap kuartal.

"Dengan demikian, karyawan merasa dilihat dan diperhatikan, dan pemimpin membangun hubungan yang lebih dalam dengan karyawan mereka," kata Mira.

Baca Juga: 10 Bidang Pekerjaan yang Membutuhkan Lulusan Pendidikan Vokasi, yang Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Ia menyarankan para atasan untuk bersikap transparan dengan karyawan saat mendiskusikan peluang karir. Setelah karyawan mengidentifikasi apa yang mereka inginkan untuk karir mereka, manajer dapat mencoba menemukan cara terbaik untuk membantu mereka dalam prosesnya.

Hal itu bisa berupa perpindahan kerja, promosi, atau mengikuti lokakarya untuk mengasah kemampuan mereka.

Halaman:

Tags

Terkini