PejuangKantoran.com - Mukena adalah busana perlengkapan shalat bagi perempuan Muslim, khususnya di Indonesia.
Mukena menjadi ciri khas budaya Indonesia yang bersentuhan dengan agama Islam.
Catatan dari Jurnal Studi Kultural terbitan 2 Juli 2016 menunjukkan, Sembilan Wali atau Wali Songo atau tokoh-tokoh penyebar agama Islam di Jawa memperkenalkan mukena di kisaran abad ke-14.
Mukena adalah busana penutup aurat perempuan Muslim yang wajib digunakan saat perempuan Muslim melakukan salat.
Literatur itu pun menyebut mukena, lama kelamaan, menjadi ciri khas dalam peribadatan umat Islam di Tanah Air.
Mukena, pada tampilan fisiknya adalah busana shalat perempuan Muslim, terlebih di Indonesia, berbentuk pakaian panjang yang menutupi kepala hingga mata kaki.
Mukena, saat dikenakan pada salat, hanya memperlihatkan raut wajah dan kedua telapak tangan perempuan Muslim.
"Pembuatan mukena memerlukan bahan kain sepanjang 4 meter hingga 4,5 meter," kata Mardiyah, pemilik bisnis mukena Omah Colet, dalam perbincangan dengan PejuangKantoran.com pada Selasa 19 Maret 2024 malam di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Mardiyah yang resmi resign sebagai pekerja kantoran dari Bank Danamon sejak 2017 usai bekerja di bank tersebut sepanjang 19 tahun lamanya demi menjadi pebisnis mukena Omah Colet membeberkan tips khusus merawat mukena tetap awet dan nyaman dipakai sembahyang atau salat.
Mukena Omah Colet
Mardiyah menceritakan agar simak merawat mukena dengan cara mudah.
Kata Mardiyah, lantaran mayoritas terbuat dari kain katun, perawatan mukena relatif sama dengan busana berbahan katun.
Sepengalaman mengelola bisnis mukena Omah Colet, terang Mardiyah, ada dua bagian mukena yang paling gampang kotor.
Bagian pertama adalah bagian mukena yang bersentuhan langsung dengan bulatan raut wajah.