PejuangKantoran.com - Kalau kamu merasa jenuh bekerja di perusahaan yang menurutmu sudah memeras tenagamu habis-habisan dan ingin mencari suasana baru dengan bekerja di luar negeri, Selandia Baru bisa jadi pilihan.
Studi baru dari perusahaan sumber daya manusia, Remote, menyimpulkan bahwa Selandia Baru merupakan negara terbaik yang menerapkan work life balance.
Baca Juga: Tutor Belajar Berbasis AI dari Khan Academy Jadi Salah Satu Perusahaan Paling Inovatif Tahun 2024
Menurut Remote, Selandia Baru merupakan satu dari 60 negara dengan sikap kerja yang sehat. Hal ini bisa dilihat dari faktor-faktor seperti jumlah cuti tahunan, jam kerja dan upah minimum, dan sikap terhadap pekerjaan.
"Anda biasanya akan melihat hal ini (work life balance) ditulis sebaliknya. Namun kami menganggap hal ini sebagai sebuah kesalahan perhitungan -sikap yang seharusnya adalah kehidupan yang utama, pekerjaan yang kedua," ujar peneliti dari Remote.
Negara-negara yang berada di peringkat teratas negara terbaik yang menerapkan work life balance mungkin tidak menawarkan peluang penghasilan tertinggi.
Namun, mereka memberi penghargaan kepada pekerja dengan kesempatan dan perlindungan untuk waktu pribadi bagi karyawan.
Baca Juga: Giliran Komika Makassar Angkat Gaya Komedi dari Indonesia Timur dalam Keluar Main 1994
Selandia Baru berada di zona goldilocks di mana gaji rata-rata dan kepuasan secara umum (diukur melalui indeks kebahagiaan) keduanya tinggi.
"Indeks kami menunjukkan bahwa negara kepulauan Selandia Baru adalah negara dengan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan terbaik," tulis para peneliti.
Tentu saja keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan satu-satunya daya tarik Selandia Baru.
Pemandangan alamnya, budaya Maori yang kaya, dan penduduk setempat yang selalu ramah, menjadikannya sebagai peringkat teratas keinginan para calon ekspatriat.
Baca Juga: Singapore Airlines Meningkatkan Fasilitas Katering dan Amenity Kit di Kelas Ekonomi Premium
Upah minimum bagi pekerja Selandia Baru yang berada di peringkat kedua tertinggi juga sangat menarik.
Amerika Serikat, di luar dugaan, mendapat nilai buruk dengan 29,1 jam kerja dalam seminggu dengan upah minimum $7,25. Amerika Serikat berada di peringkat 52 dari 60 negara, tepat di atas Iran.