“Melalui Work to Thrive, kami bertujuan untuk memastikan bahwa para peserta muda, khususnya kaum muda perempuan dan penyandang disabilitas, akan memperoleh literasi digital yang membantu mereka membuka pintu menuju pekerjaan atau kewirausahaan, bahkan hingga di luar lingkungan terdekat mereka,” ujar Dini.
Tujuan dari program Work to Thrive sejalan dengan visi LinkedIn, yaitu menciptakan kesempatan ekonomi bagi seluruh bagian dari tenaga kerja global.
LinkedIn berkomitmen menutup kesenjangan dalam hal berjejaring—suatu keuntungan yang didapatkan beberapa orang karena mengenal orang yang tepat.
Baca Juga: Tips Bijak Kelola THR: Tentukan Prioritas dan Kebutuhan Utama
Data LinkedIn menunjukkan, lokasi tumbuh kembang, tempat seseorang bersekolah, hingga bekerja bisa memberikan hingga 12 kali lipat keunggulan bagi orang tersebut dalam mengakses kesempatan kerja baru.
“Sebagai jejaring profesional terbesar dunia, LinkedIn memiliki kemampuan yang unik untuk membantu seseorang menutup kesenjangan jejaring menggunakan produk kami, program perusahaan kami, hingga melalui orang-orang kami."
"Kami berharap, kerja sama dengan Plan Indonesia ini dapat membantu para pencari kerja yang selama ini menghadapi hambatan, sehingga mereka dapat meningkatkan akses mereka menuju kesempatan bekerja yang lebih baik," Rohit Kalsy, Country Lead, Indonesia, at LinkedIn.