news

Pantesan Pekerja Asing Diundang Masuk, Ternyata Uni Eropa Krisis Tenaga Kerja Terampil

Kamis, 11 April 2024 | 23:39 WIB
Ilustrasi: Uni Eropa mengalami krisis tenaga kerja terampil. Di Jerman, 82% pemberi kerja kesulitan mengisi posisi pekerjaan. (Unsplash/Norbert Braun)

PejuangKantoran.com - Tidak mengherankan jika negara-negara di Eropa membuka lapangan kerjanya bagi pekerja asing. Rupanya, beberapa negara di Uni Eropa mengalami krisis tenaga kerja terampil yang sulit mereka penuhi secara internal.

Pada tahun 2023, 54% Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Uni Eropa melaporkan bahwa kesulitan dalam menemukan karyawan dengan keterampilan yang tepat adalah salah satu masalah mereka yang paling serius.

Baca Juga: 249 Nakes Manggarai Dipecat Bupati Karena Tuntut Kenaikan Upah Mereka, Sebulan Hanya Digaji Rp400-600 Ribu

ManpowerGroup, perusahaan solusi tenaga kerja global, juga menemukan bahwa tiga dari empat pemberi kerja di 21 negara Eropa tidak dapat menemukan pekerja terampil yang mereka butuhkan.

Angka ini mencapai 42% pada tahun 2018, setara dengan 33 poin persentase atau peningkatan sebesar 79% dalam lima tahun terakhir.

Survei yang diterbitkan pada Oktober 2023 itu menunjukkan bahwa kekurangan pekerja terampil merupakan tantangan global yang signifikan.

“Angka-angka dalam survei Talent Shortage tahunan kami meningkat secara dramatis, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pekerja terampil,” Mara Stefan, VP Global Insights di ManpowerGroup.

Baca Juga: Dianggap Manajer Mikro, Elon Musk: “Produk yang Sempurna Butuh Perhatian terhadap Detail

Rata-rata, di 21 negara Eropa, 75% pemberi kerja melaporkan kesulitan dalam mengisi posisi pekerjaan, seperti di Finlandia (59%) serta Jerman dan Yunani (82%).

“Di Eropa, kita melihat adanya penurunan angka pengangguran, karena tidak ada cukup pekerja terampil untuk mengisi lapangan kerja yang sudah ada atau yang baru.

“Yang lebih parah, Eropa memiliki populasi yang menua, dan penurunan angka kelahiran secara global semakin berkontribusi terhadap kesenjangan keterampilan dan bakat yang kita lihat saat ini,” tegas Mara.

Kekurangan staf merupakan masalah serius

Baca Juga: Urai Kemacetan Arus Balik, Menhub Usul Selasa-Rabu WFH

Survei Eurobarometer pada akhir 2023 memaparkan, sekitar 54% UKM di UE mengidentifikasi kesulitan dalam mencari karyawan dengan keterampilan yang tepat sebagai salah satu dari tiga masalah paling serius bagi perusahaan mereka.

Angkanya berkisar antara 28% di Turki, hingga 68% di Belgia. Angka ini mencapai 50% atau lebih di 20 dari 34 negara, yang menunjukkan seberapa besar kekurangan pekerja terampil.

Halaman:

Tags

Terkini