news

79% Perusahaan Sulit Menemukan Tenaga Kerja AI yang Cukup Terampil, Target Bakal Meleset?

Selasa, 16 April 2024 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Mayoritas perusahaan (79%) ternyata tidak dapat menemukan talenta AI yang mereka butuhkan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Teknologi AI membuat banyak orang merasa khawatir bahwa mereka akan kehilangan pekerjaan. Bahkan India punya target untuk menjadi negara yang digerakkan oleh AI pada tahun 2028.

Untuk itu, kesenjangan keterampilan AI yang harus dijembatani, untuk memastikan India memiliki posisi yang baik untuk membuka manfaat produktivitas penuh dari AI.

Baca Juga: Sudah Dibuka Lagi: Program Magang Mahasiswa 2024 di Kementerian Keuangan Periode Ke-2

Hal itu diungkapkan dalam penelitian yang berjudul "Accelerating AI Skills: Preparing the Asia-Pacific Workforce for Jobs of the Future”, yang dilakukan Amazon Web Service.

Sebagian besar perusahaan (97%) percaya bahwa departemen keuangan mereka akan menjadi penerima manfaat terbesar.

Namun, departemen IT (96%), penelitian dan pengembangan (96%), penjualan dan pemasaran (96%), operasi bisnis (95%), SDM (94%), dan legal (92%) diyakini juga akan mendapatkan manfaat yang signifikan dari AI.

"Dari layanan keuangan hingga konstruksi dan retail, industri merangkul AI dengan sangat cepat. Itulah sebabnya mengapa tenaga kerja yang terampil dalam AI sangat penting untuk melepaskan budaya inovasi dan mendorong produktivitas di India, selaras dengan IndiaAI Mission dari pemerintah India," kata Amit Mehta, Kepala Pelatihan dan Sertifikasi AWS, AWS India.

Baca Juga: Jaga-jaga, Perangkat AI Siap Menggantikan Posisi Entry-Level Di Lembaga-lembaga Keuangan Besar

Bagaimana menjalankan program pelatihan?

Faktanya, tidak mudah untuk mencapai target tersebut.

Transformasi AI yang luar biasa yang terjadi di India membuat rekrutmen talenta yang terampil di bidang AI menjadi prioritas di lebih dari sembilan dari sepuluh (96%) perusahaan di India.

Hampir semua perusahaan (99%) membayangkan perusahaan mereka menjadi organisasi yang digerakkan oleh AI pada tahun 2028.

Baca Juga: Duh Besok Sudah Kerja Lagi, Ini Cara Atasi Post Holiday Blues!

Namun, mayoritas perusahaan (79%) tidak dapat menemukan talenta AI yang mereka butuhkan.

Selain itu, 91% perusahaan mengindikasikan bahwa mereka tidak tahu bagaimana menjalankan program pelatihan tenaga kerja AI.

Halaman:

Terkini