PejuangKantoran.com - Siapa sangka, bank ternyata bisa saling bekerjasama untuk mengembangkan bisnis yang saling menguntungkan. Kerjasama tersebut dilakukan dengan membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB).
Seperti bankjatim, yang melakukan penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) dengan Bank Banten di Kantor Pusat bankjatim, Kamis (25/4), menyusul penandatanganan MoU terkait pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB).
Menurut Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto, semangat KUB adalah semangat kolaborasi untuk saling bersinergi.
Baca Juga: Penerbangan Air Japan dari Dallas Ke Tokyo Dibatalkan Karena Pilot Kelewat Mabuk Sehabis Party
”Sehingga diharapkan penandatanganan NDA ini bisa menjadi bagian dalam rangka memperkuat kolaborasi itu,” tutur Edi, sambil menambahkan bahwa antara bankjatim dan Bank Banten sudah dilakukan serangkaian kegiatan secara intensif mengenai pembentukan KUB itu.
Bankjatim disebutnya siap melakukan kerjasama bisnis dengan Bank Banten dari human capital, teknologi, hingga proses bisnisnya.
Bankjatim: Brand digital JConnect
Salah satu lini pendukung utama bisnis bankjatim adalah layanan brand digital JConnect. Pada triwulan I 2024, JConnect Mobile sudah memiliki 677.362 user.
Sementara untuk nominal transaksinya tercatat sebesar Rp 4,9 triliun. Kemudian, JConnect QRIS perseroan juga sudah mencapai 151.404 user, dengan nominal transaksi sebesar Rp 126,43 miliar.
Untuk memaksimalkan layanan perbankan bagi daerah yang punya potensi bisnis besar, bankjatim juga mengoptimalkan layanan melalui Agen Jatim.
Baca Juga: Agar New York Lebih Otentik di The Architecture of Love, Teddy Soeriaatmadja Hindari Spot-spot Turis
Jumlah Agen Jatim sepanjang tiga bulan pertama tahun ini menjadi 8.815 user dengan nominal transaksi Rp 18,78 miliar.
“Dengan pengalaman kami dalam mengembangkan digital banking tentu bisa menjadi keuntungan juga bagi Bank Banten untuk mengadopsi teknologi yang telah kami lakukan.
“Karena tidak dipungkiri sekarang eranya serba digital, jadi mau tidak mau suka tidak suka kita semua harus beradaptasi dengan dunia digital,” papar Edi.
Bank Banten: potensi pembiayaan kredit