news

Kebanyakan Orang Masih Mengandalkan Memori atau Mencatat di Kertas untuk Mengingat Password

Rabu, 1 Mei 2024 | 09:05 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 33% orang masih mencatat password di kertas, bukti bahwa pengelolaan password pengguna masih lemah. (Freepik)

Menariknya, survei tersebut menunjukkan kejadian lebih sering terjadi di AS, di mana 23% responden mengakui mengalami pelanggaran keamanan.

Kemudian, 26% mengonfirmasi bahwa password mereka telah disusupi atau mengalami pencurian identitas.

Praktik kata sandi pengguna yang lemah

Temuan survei ini menggambarkan bahwa kebiasaan penggunaan kata sandi individu di tempat kerja sama dengan kebiasaan di rumah. Berikut penggunaan password yang lemah menurut survei:

Baca Juga: 23% Anak Keluarga Ultra Kaya Tidak Tahu Kekayaan Orangtua karena Tidak Disiapkan untuk Mengelolanya

• 53% responden mengaku mengandalkan memori untuk menyimpan password.
• 34% responden mencatat password (dengan pena dan kertas) untuk akun di tempat kerja.
• 48% responden sering atau sangat sering menggunakan kembali password di seluruh platform atau akun tempat kerja.
• 39% responden global tetap menggunakan kata sandi yang lemah atau berdasarkan informasi pribadi.
• 35% responden menyimpan password kerja dengan tidak aman.
• 33% responden tidak menggunakan 2FA (Two Factor Authentication atau verifikasi dua langkah) saat membuat password.
• 32% responden membagikan kata sandi dengan tidak aman.

Baca Juga: Cara Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Rekan Kerja Saat Resign dan Contoh Kata-kata Perpisahan

Pelatihan keamanan reguler yang berfokus untuk menjaga kredensial login terhadap ancaman umum memberi dampak yang jelas:

94% peserta pelatihan (48%-nya responden global) mengatakan percaya diri dalam melawan ancaman pencurian identitas tersebut.

Namun perilaku mereka memberikan fakta sebaliknya, di mana 37% responden mengklasifikasikan kebiasaan keselamatan kerja mereka sebagai sesuatu yang agak atau sangat berisiko.

Halaman:

Tags

Terkini