PejuangKantoran.com - Fujikawaguchiko, sebuah kota resor di Jepang, akan mendirikan penghalang setinggi 2,4 meter untuk mencegah wisatawan asing memotret Gunung Fuji di spot foto populer.
Mengapa wisatawan tidak boleh memotret Gunung Fuji di Jepang?
Rupanya, larangan itu lebih berkaitan dengan perilaku buruk para wisatawan asing saat berusaha memotret gunung yang dianggap suci tersebut.
Baca Juga: Cocoklogi ala Prabowo: Begini Makna Angka 8 dan 13 dalam Hidupnya Sejak Muda
Seorang pejabat dari Fujikawaguchiko mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP), kantor berita internasional Prancis, ada beberapa area di kota tersebut di mana wisatawan dapat mengambil foto Gunung Fuji, puncak tertinggi di Jepang.
Namun, banyak orang yang berbondong-bondong menuju tempat foto tertentu di dekat toko Lawson. Minimarket ini diketahui merupakan salah satu ciri khas Jepang, sehingga membuat foto toko Lawson dengan latar belakang Gunung Fuji menarik bagi wisatawan asing.
“Reputasi telah tersebar di media sosial bahwa tempat ini sangat khas Jepang, menjadikannya lokasi foto yang populer,” kata pejabat tersebut.
Sayangnya, banyaknya turis asing yang berperilaku buruk telah menyebabkan gangguan dalam upaya mereka mendapatkan foto yang sempurna.
Mereka memadati area tersebut, menyeberang jalan, membuang sampah, parkir sembarangan, merokok di luar area yang ditunjuk, masuk tanpa izin, dan mengabaikan peraturan lalu lintas.
“Tidak jarang orang-orang meneriaki kami ketika kami meminta mereka untuk memindahkan mobil mereka, dan membuang rokok mereka yang menyala (ke tanah),” kata staf sebuah kantor dokter gigi yang terletak di seberang jalan dari toko Lawson.
Baca Juga: Didukung Kemendikbudristek, Gina S. Noer Umumkan Mulainya Penggarapan Film Ki Hadjar Dewantara
Banyak wisatawan yang parkir tanpa izin di klinik gigi tersebut, bahkan naik ke atap klinik untuk mengambil foto Gunung Fuji.
Ledakan pariwisata
Menurut AFP, pembangunan penghalang jaring yang akan membentang sekitar 19 meter, akan dimulai paling cepat minggu kedua bulan Mei.
“Sangat disesalkan kami harus melakukan ini, karena ada beberapa wisatawan yang tidak menghormati peraturan,” kata pejabat Fujikawaguchiko.