news

Namanya Berubah Jadi "Setan" akibat Autocorrect, Orang Ini Desak Microsoft Perbaiki Masalah

Sabtu, 25 Mei 2024 | 19:05 WIB
Banyak orang yang namanya berubah akibat koreksi otomatis pada ponsel menganggap hal itu kekurangan autocorrect yang merugikan. (PejuangKantoran.com/Felicitas Harmandini)

PejuangKantoran.com - Fitur autocorrect sejatinya dirancang untuk memudahkan kita saat mengetik di ponsel, seperti memperbaiki kesalahan ketik, kesalahan kapitalisasi, atau kata yang salah eja.

Namun terkadang fitur ini justru meresahkan karena tidak tepat dalam mengoreksi kata-kata, sehingga memberikan kata yang sama sekali berbeda maknanya.

Nah, bayangkan bagaimana jika kata yang terdampak koreksi otomatis adalah nama kita. Ini merupakan kekurangan autocorrect yang belum teratasi.

Baca Juga: 6 Cara Mendapatkan Pekerjaan di Australia Menggunakan Working Holiday Visa, Sudah Teruji!

Orang-orang yang namanya berubah akibat autocorrect kini mendesak perusahaan teknologi untuk segera memperbaiki masalah ini. Salah satunya Savan-Chandni Gandecha, yang namanya berubah menjadi “Satan”.

“Saya capek,” ujar Savan, kesal. Gimana enggak? Nama aslinya yang bermakna “sinar bulan monsoon” setiap kali berubah menjadi “setan”.

Orang-orang dengan nama Irlandia, India, dan Welsh termasuk yang mendesak perbaikan pada sistem tersebut sebagai bagian dari kampanye “Saya Tidak Salah Ketik”.

“Teknologi itu harus menjadi lebih inklusif,” kata Savan (34), pembuat konten keturunan India-Inggris.

“Nama saya juga dikoreksi menjadi Savant,” katanya. “Kadang-kadang dikoreksi menjadi Savan, atau tanda hubungnya tidak diterima di formulir online dan itu membuat saya kesal.

“Bahkan di India, nama saya dikoreksi menjadi ‘Sawan’, dan ini bukan hanya masalah bahasa Inggris. Ini adalah hal multi-bahasa,” tegasnya.

Baca Juga: Masih Juga Ketipu, Ini 4 Trik Toko Online Mendesak Pembeli untuk Langsung Check Out

Kampanye “Saya Tidak Salah Ketik” memperkirakan empat dari 10 nama bayi yang lahir di Inggris dan Wales pada tahun 2021 dianggap “salah” atau “tidak diterima” ketika diuji di kamus bahasa Inggris Microsoft.

Dhruti Shah, seorang jurnalis, mendukung kampanye yang menyoroti kekurangan autocorrect tersebut setelah melihat namanya dikoreksi otomatis menjadi “Dirty” dan “Dorito”.

“Nama depan saya tidak terlalu panjang –hanya enam karakter– namun ketika muncul sebagai kesalahan atau dirusak, dan dianggap sebagai entitas yang tidak diketahui, itu seperti mengatakan bahwa bukan hanya nama kamu yang salah, tetapi kamu yang salah."

Kelompok kampanye itu didirikan oleh sekelompok orang yang bekerja di industri kreatif di London. Mereka menulis surat terbuka kepada perusahaan teknologi, yang menyatakan bahwa antara tahun 2017 dan 2021, 2.328 orang bernama Esmae lahir, dan ada 36 orang lahir bernama Nigel.

Halaman:

Tags

Terkini