PejuangKantoran.com - Lebih dari 80 pekerja kontrak Vietnam yang menandatangani kontrak untuk bekerja di pembuat gula-gula Jepang Chateraise Co tak menerima bayaran selama sekitar 2 1/2 bulan dan juga tak bekerja.
Hal ini diungkapkan oleh perusahaan tersebut pada Sabtu (15/6).
Perusahaan berencana untuk menawarkan kompensasi atas hilangnya pendapatan sekitar awal Juli kepada 88 pekerja asal Vietnam, yang banyak di antaranya memegang visa "Pekerja Berketerampilan Khusus", sebuah status kependudukan yang ditetapkan pada tahun 2019 untuk menarik lebih banyak pekerja asing ke Jepang di tengah kondisi kekurangan tenaga kerja.
Menurut perusahaan yang berbasis di Kofu, Prefektur Yamanashi, warga Vietnam tersebut dijadwalkan bekerja di sebuah pabrik di prefektur tersebut mulai akhir Februari 2024 lalu.
Namun, tertundanya operasional penuh pabrik-pabrik baru di lokasi lain memaksa mereka untuk tetap bersiaga.
Baca Juga: Layanan Gratis Di Kelas Ekonomi Penerbangan Jarak Jauh yang Ternyata Bisa Kamu Dapatkan
Para pekerja Vietnam termasuk mereka yang telah berhenti dari pekerjaan sebelumnya untuk bekerja di pabrik Chateraise, karena program "Pekerja Berketerampilan Khusus" memungkinkan perubahan pekerjaan di bidang yang sama.
Beberapa di antaranya sudah mulai bekerja, dan semuanya diharapkan mulai bekerja pada akhir bulan ini.
Pihak perusahaan mengakui hal tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi para pekerja asing. Mereka juga berjanji untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.
Baca Juga: Viral Calon Pekerja Tanya Soal Mess Saat Interview Kerja, Boleh Nggak Sih Sebenarnya?
Orang asing dengan keterampilan kerja tertentu berhak mendapatkan visa pekerja terampil, yang memberi mereka hak bekerja di 12 bidang pekerjaan, termasuk manufaktur makanan, konstruksi, dan perawatan. Sekitar 200.000 orang asing dipekerjakan dalam kategori visa ini.