Susah Dapat Kerjaan, Bintang General Hospital Ditembak Mati Sepulang Nyambi Jadi Bartender

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 8 Juni 2024 | 15:53 WIB
Bintang General Hospital Johnny Wactor ditembak mati saat memergoki pencuri di sekitar klab malam tempatnya bekerja.
Bintang General Hospital Johnny Wactor ditembak mati saat memergoki pencuri di sekitar klab malam tempatnya bekerja.

PejuangKantoran.com - Pemeran Brando Corbin di serial General Hospital, Johnny Wactor tewas ditembak oleh pencuri yang mencoba mencuri catalytic converter (alat pengendali emisi buangan) di mobilnya.

Aktor berusia 37 tahun itu mengalami luka tembak di dada ketika peristiwa naas tersebut terjadi di Downtown Los Angeles, Sabtu (25/5/2024), pukul 03.25 dini hari.

Saat itu Johnny baru saja meninggalkan pekerjaan sampingannya sebagai bartender di klab malam bernama Sinners y Santos di Downtown LA bersama rekan kerjanya, Anita Joy.

Baca Juga: Kapan Kita Tidak Perlu Memberi Tip atas Layanan yang Kita Terima?

Johnny memperhatikan tiga pria bermasker berada di dekat kendaraannya, yang disangga dengan dongkrak. Ia mengira mobilnya sedang ditarik, tetapi saat mendekati ketiga pria tersebut, salah satu dari mereka langsung mengacungkan senjata.

Reflek, Johnny menempatkan tubuhnya di depan Anita Joy untuk melindunginya, dan ia langsung ditembak. Ketiga pria tersebut segera melarikan diri dari tempat kejadian dengan kendaraan lain.

Lokasi penembakan tersebut di sudut jalan West Pico Boulevard dan South Hope Street, kurang dari dua blok dan lima menit berjalan kaki dari tempat hiburan malam tempat Wactor bekerja.

Anita mengungkapkan bahwa pria tersebut ditembak dari jarak dekat saat mereka berjalan menuju mobil setelah menyelesaikan shift bartender.

“Semuanya terjadi dalam sekejap. Johnny berada di antara aku dan pria yang menembaknya. Saat terdengar suara tembakan malam itu, dia terjatuh ke pelukanku dan saat aku meraihnya, aku berteriak, 'Hunny, kamu baik-baik saja?'

“Dan dia hanya menjawab, ‘Nope! Shot'. Kami terjatuh ke jalan, di mana saya mendorong kaki saya ke bawahnya dan mencoba menahan tubuhnya sambil berteriak minta tolong, dan berteriak padanya agar tetap tersadar.”

Baca Juga: CEO Airbnb Brian Chesky: “Jangan Menganggap Tempat Kerja sebagai Keluarga”

Joy melanjutkan, ada penjaga bar tempat mereka bekerja yang berlari dan melakukan CPR, namun sepertinya sudah terlambat.

“Jaraknya terlalu dekat, luka yang terlalu parah baginya untuk bisa bertahan. Tapi ya Tuhan, dia berjuang untuk bertahan,” ujar Anita.

Wactor dibawa ke rumah sakit oleh paramedis, namun dinyatakan meninggal tak lama kemudian.

Joy juga mengungkapkan staf di klab malam tempat mereka bekerja sempat mengeluhkan kurangnya tempat parkir yang aman bagi pekerja setelah serangkaian kejahatan kekerasan di daerah tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X