news

Kekurangan Tenaga Kerja, Hotel-hotel Jepang Undang Warga Indonesia Bekerja di Jepang

Rabu, 10 Juli 2024 | 21:21 WIB
Perwakilan hotel Jepang berbincang dengan calon pekerja Indonesia di bursa kerja di Jakarta pada 2 Juli 2024. (Nikkei Asia/Nana Shibata)

Survei yang dilakukan pada bulan April terhadap lebih dari 11.000 perusahaan Jepang oleh peneliti Teikoku Databank yang berbasis di Tokyo menemukan bahwa 71,1% sektor perhotelan menghadapi kekurangan karyawan tetap, jauh lebih tinggi daripada angka seluruh industri yang sebesar 51%.

Shintaro Sugahara, Vice Chairman Hotel Plaza Osaka, mengatakan ia berharap dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja yang serius tersebut dengan talenta-talenta dari negara di Asia.

Baca Juga: 6 Cara untuk Bernegosiasi Agar Sukses dan 'Win-Win Solution'

Sejauh ini, hotelnya mempekerjakan lebih dari 30 pekerja asing, yang menurutnya juga membantu memperluas basis pelanggannya dari negara-negara yang belum terjangkau.

Misalnya, menyiapkan menu halal oleh staf Indonesia untuk wisatawan asing.

“Kami melihat TKA bukan sekadar tenaga kerja, tapi menjadi kekuatan kami,” kata Sugahara, yang termasuk di antara sekitar 20 perwakilan industri perhotelan Jepang yang menghadiri forum di Jakarta.

Pada Oktober 2023, Jepang memiliki lebih dari 2 juta pekerja asing, di mana sekitar 32.000, atau 1,6 persennya, bekerja di industri perhotelan, demikian menurut Kementerian Ketenagakerjaan.

Berbeda dengan situasi di Jepang, penciptaan lapangan kerja merupakan masalah yang mendesak bagi banyak negara berkembang di Asia.

Meskipun pertumbuhan ekonomi stabil, tingkat pengangguran pada generasi usia 15 hingga 24 tahun di India, negara dengan populasi terbesar di dunia, dan Indonesia (negara keempat), masing-masing sebesar 15,8% dan 13,9%, menurut data Bank Dunia pada tahun 2023.

Baca Juga: Howel and Co Buka Lowongan Kerja Jadi Content Creator, Siapa Berminat?

“Indonesia mendapat bonus demografi. Itu sebabnya kita harus memfasilitasi pekerja muda kita untuk mendapatkan pekerjaan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia,” kata Muchamad Yusuf, Kepala Pusat Pasar Tenaga Kerja Kemnaker RI, kepada Nikkei Asia.

Dia menambahkan, Kemnaker berharap dapat mengirimkan pekerja mudanya ke luar negeri untuk membantu mengembangkan keterampilan mereka dan mentransfer teknologi ke Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini