news

Siapa Bilang Alasan Utama Karyawan Resign karena Ingin Melepaskan Diri dari Manajernya?

Jumat, 16 Agustus 2024 | 10:56 WIB
Ilustrasi: Kebohongan terbesar di dunia kerja adalah: bahwa karyawan resign karena ingin melepaskan diri dari manajer yang buruk. (Freepik/Pressfoto)

1. Manajemen penting, tetapi kepemimpinan lebih penting

"Meskipun manajer memiliki peran dalam kepemimpinan, data kami menunjukkan bahwa orang memiliki pengalaman yang berbeda dengan masing-masing kelompok ini," kata Dr. Jason McPherson.

Pemimpin memiliki efek yang jauh lebih kuat pada tingkat komitmen karyawan.
Keinginan untuk bertahan merupakan efek gabungan dari manajer dan kepemimpinan.

Baca Juga: Tips Membuat Cold Message yang Efektif untuk Penawaran Kerja agar Cepat Direspons

Data Culture Amp menunjukkan bahwa persentase orang yang keputusannya untuk resign didorong oleh manajer (yang buruk), atau gaji (yang kecil), kira-kira sama yaitu masing-masing 12% dan 11%.

Kepemimpinan lebih dari dua kali lipat yaitu 28%. Peluang pengembangan mencapai 52%, lebih tinggi daripada faktor-faktor lain sebagai faktor utama  penyebab mereka ingin keluar.

Tim Dr. McPherson lalu membagi manajer menjadi dua kelompok: di atas rata-rata dan di bawah rata-rata.

Kemudian, kedua kelompok ini dibandingkan dengan perusahaan dengan peluang pengembangan di atas rata-rata dan di bawah rata-rata.

Di sini ditemukan hal-hal yang menarik:

Manajemen memang memengaruhi tingkat komitmen, selama ada peluang pengembangan yang baik.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehat untuk Menurunkan Kortisol 'Si Hormon Stres' Saat Sibuk Bekerja

Namun, di perusahaan dengan peluang pengembangan di bawah rata-rata, perbedaan komitmen antara orang-orang dengan manajer yang baik dan yang buruk adalah... nol.

2. Orang-orang menyalahkan manajer, padahal seharusnya menyalahkan sistem

Sebagian orang menyalahkan manajer mereka karena karir mereka nggak maju-maju, dan terkadang mereka benar. Namun, kemajuan bawahan langsung seorang manajer sering kali di luar kendali mereka.

Faktor-faktor seperti bagaimana perusahaan terstruktur, jenis pekerjaan apa yang diprioritaskan, dan bagaimana cara perusahaan menempatkan orang pada pekerjaan, semuanya ikut berperan.

Halaman:

Tags

Terkini