Nah, pemohon visa DTV juga bisa memperoleh visa jika bergabung dengan kegiatan soft power Thailand, seperti tinju Muay Thai, memasak, dan kursus pendidikan jangka pendek.
Untuk mengurus visa DTV, kamu harus membayar 10.000 baht Thailand (sekitar Rp4,5 juga). Pemohon juga harus menunjukkan bukti dana yang setara dengan sekitar 500.000 baht (sekitar Rp223 juta).
Baca Juga: Keuntungan Membeli Sukuk Ritel SR021 yang Bikin Investor Pemula Merasa Aman
Kemerosotan ekonomi
Thailand saat ini sedang mengalami kemerosotan ekonomi, dan pemerintah berharap dapat meningkatkan pariwisata dengan lebih banyak mendatangkan wisatawan.
Pariwisata menyumbang 11,5% dari keseluruhan PDB negara tersebut pada tahun 2019 dengan rekor 39 juta pengunjung.
Tahun 2024, sudah ada 21 juta pengunjung tiba di negara tersebut dan diperkirakan total akan ada 36 juta kedatangan pada akhir tahun.
Namun, beberapa kritikus mengatakan bahwa visa seperti ini terlalu mudah diperoleh dan dapat menarik terlalu banyak pekerja asing, yang bisa memicu kenaikan harga sewa dan overtourism.
Naruchai Nannad menepis anggapan tersebut, dan menegaskan bahwa memperoleh visa baru tersebut serupa dengan prosedur yang ada.
"Tidak mudah, persyaratan visa sudah ada. Kedutaan dan konsulat sangat ketat dalam memberikan persetujuan. Kami tidak memiliki target untuk pemegang DTV. Sama kok, seperti visa lainnya," tukasnya.
Baca Juga: Produk Apple Berstiker Blibli bakal Dapat Perlindungan 12 Bulan Jika Rusak, Hilang, hingga Dirampok
Lima tahun lalu, tidak ada negara yang memiliki skema visa nomad digital, hingga Estonia menjadi negara pertama yang melakukannya pada 2020.
"(Visa DTV) akan memperpanjang lama tinggal wisatawan di Thailand dan tentu saja akan memengaruhi lebih banyak pengeluaran bagi wisatawan yang mengikuti kegiatan," kata Nithee Seeprae, wakil gubernur komunikasi pemasaran di biro pariwisata Thailand.
Thailand berada di bawah tekanan untuk tetap kompetitif dengan negara-negara tetangganya karena negara-negara lain di Asia Timur dan Asia Tenggara baru-baru ini meluncurkan skema nomaden digital mereka sendiri.
Indonesia, Malaysia, dan Jepang, dengan Filipina juga mempertimbangkan untuk mengumumkan program visa serupa.