Akan ada 470 pastor di GBK, dan 232 pastor lainnya di Stadion Madya untuk membantu kelancaran acara.
Romo Thomas mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengingat Paus selain pemimpin umat Katolik juga merupakan pemimpin negara dan Takhta Suci Vatikan.
"Ini memang peristiwa misa di mana kita berdoa kepada Tuhan. Tetapi misa itu dipimpin oleh pemimpin agama Katolik dan pemimpin negara.
Baca Juga: Baru Pertama Jadi Sutradara di Lembayung, Baim Wong Pasrah jika Diremehkan Para Pemain
"Makanya ada kaitannya dengan aspek keamanan yang harus kita perhatikan," ujarnya.
Kunjungan kenegaraan
Paus Fransiskus juga dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/9/2024) sekitar pukul 10.00.
"Sebagai tamu negara tentunya akan diadakan acara upacara resmi kenegaraan, akan diterima oleh Bapak Presiden di Istana Merdeka dan juga akan kegiatan di Istana Negara,” jelas Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto.
Ia menambahkan, Paus juga akan menghadiri beberapa acara lain seperti dialog dengan tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal dan di Gereja Katedral.
Indonesia menjadi negara pertama yang akan dikunjungi Paus Fransiskus dalam kunjungan apostoliknya selama 11 hari, yang berlangsung pada 3-13 September 2024 di kawasan Asia Pasifik.
Baca Juga: Ini Yang Akan Terjadi Jika Kotak Kosong Menang Melawan Calon Tunggal
Di Indonesia, perjalanan keagamaan dan kenegaraan Paus akan berlangsung pada 3--6 September 2024.
Paus yang fasih berbicara dalam bahasa Spanyol, Italia, dan Jerman itu menjadi pemimpin umat Katolik ketiga yang mengunjungi Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia menerima kedatangan Paus Paulus IV pada 1970, dan Paus Yohanes Paulus II pada 1989.