Setelah menghabiskan tiga malam di Jakarta, Paus melanjutkan Perjalanan Apostolik ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Paus akan disambut oleh para Kardinal di setiap negara, tiga di antaranya diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus sendiri, sebagai pemimpin pertama di negara mereka.
Baca Juga: Jepang Minta Warga Pekerja Kerasnya untuk Kerja 4 Hari Seminggu
Perjalanan terpanjang
Kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia menandai Perjalanan Apostoliknya yang ke-45 ke luar negeri, sekaligus menjadi perjalanan terpanjang selama masa kepausannya.
Perjalanan Apostolik ke Asia Tenggara ini merupakan kunjungan yang telah diantisipasi Paus Fransiskus pada tahun 2020, namun tertunda karena terjadi pandemi.
Sebelum Paus Fransiskus, ada dua Paus yang pernah mengunjungi negara tersebut: Paus St. Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus St. Yohanes Paulus II pada tahun 1989.
Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, adalah negara yang sangat besar yang terdiri dari banyak pulau, hampir 17.000 pulau dan banyak suku, kelompok etnis, bahasa, dan budaya.
Baca Juga: Baru Pertama Jadi Sutradara di Lembayung, Baim Wong Pasrah jika Diremehkan Para Pemain
Tetapi Katolik merupakan satu dari enam agama yang diakui secara resmi di Indonesia, termasuk Islam, Protestan, Buddha, Hindu, dan Konghucu.
Mengingat Indonesia secara luas dipandang sebagai model toleransi dan koeksistensi, Paus, yang menulis ensiklik Fratelli tutti tentang persaudaraan manusia, kemungkinan akan terus mempromosikan persaudaraan manusia dan dialog antaragama.
Selamat datang di Indonesia, Paus Fransiskus!