news

Rupiah Menguat Di Kamis 19 September 2024 Ini Karena Apa?

Kamis, 19 September 2024 | 16:48 WIB
Ilustrasi fluktuasi mata uang berbagai negara. (AI Seart)

Pada Rabu (18/09) kemarin, Federal Reserve AS memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke kisaran 4,75%-5,00%.

Langkah The Fed ini berdampak pada mata uang negara-negara berkembang, termasuk Rupiah. Dampaknya, sebagian mata uang negara berkembang menguat pada Kamis (19/09) ini.

Menurut Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka di laman Langit7.id, dalam keterangan resmi, Kamis (19/9/2024), keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan menunjukkan sikap yang berani dan antisipatif dalam menghadapi tantangan ekonomi.

“Hal ini memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar dan mendukung penguatan rupiah," tambahnya.

Di sisi lain, pemotongan suku bunga yang cukup besar oleh Federal Reserve telah memicu kekhawatiran berpotensi adanya perlambatan ekonomi AS.

Hal ini diungkapkan oleh Bank sentral AS. Kekhawatiran mereka adalah terhadap pasar tenaga kerja yang melambat.

Hal ini dapat menyebabkan hambatan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.

Langkah agresif The Fed ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Meskipun berusaha meredakan kekhawatiran tersebut, namun Ketua The Fed Jerome Powell, juga menegaskan bahwa era suku bunga sangat rendah tidak akan kembali dalam waktu dekat.

Apabila nilai tukar Rupiah stabil dan ekspektasi inflasi terus mengarah ke target 2,5%, masih ada kemungkinan bagi BI untuk melakukan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Menurut Assuabi, BI masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan hingga 50-75 basis poin menjadi 5,50%-5,25%.

“Sebagai stimulus perekonomian melalui kebijakan moneter yang pro-pertumbuhan," tambahnya.

Untuk perdagangan besok, diprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat dalam rentang Rp15.150 - Rp15.250 per dolar AS.

***

Halaman:

Tags

Terkini