news

40% Gen Z Merasa Tidak Membutuhkan Gelar Sarjana untuk Memiliki Karir yang Sukses

Minggu, 22 September 2024 | 18:41 WIB
Ilustrasi: Gen Z yakin gelar sarjana bukan satu-satunya cara untuk memiliki karir yang sukses. (Freepik/Lifestyle Memory)

Mengingat tingginya biaya kuliah dan beban utang mahasiswa yang sangat besar, tidak heran Gen Z lalu menjajaki kemungkinan lain.

Gen Z tidak sepakat bahwa kuliah adalah satu-satunya jalan menuju karir yang sukses, dan realitas ekonomi tempat mereka tumbuh menunjukkan hal itu ada benarnya.

Baca Juga: 5 Masalah Penyelenggaraan PON Aceh-Sumut 2024 yang Sempat Dikeluhkan Atlet dan Official

Membangun keterampilan

National Student Clearinghouse telah memantau tren kehadiran di perguruan tinggi sejak 2018, dan mereka menemukan bahwa kaum muda tidak melanjutkan kuliah maupun kesempatan apa pun yang disediakan universitas untuk studi teknik-kejuruan.

Pada tahun 2023, NSC menemukan peningkatan 23% pada siswa yang mempelajari perdagangan berbasis konstruksi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Temuan mereka sejalan dengan apa yang Gen Z yakini penting bagi kesuksesan masa depan mereka: Meningkatkan keterampilan untuk meningkatkan daya kerja, tanpa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan gelar 4 tahun.

Sebanyak 36% Gen Z mengatakan bahwa meningkatkan keterampilan lebih dibutuhkan untuk mencari kerja.

Itu sebabnya mereka selalu mencari cara untuk meningkatkan pikiran dan daya jual mereka dalam lanskap ekonomi yang kompetitif.

Baca Juga: Lowongan Kerja OT Group Jadi Digital Marketing Supervisor

Gen Z juga melaporkan bahwa fleksibilitas di tempat kerja dan pekerjaan yang didorong oleh passion adalah prioritas utama dalam mencari pekerjaan.

Setelah itu baru diikuti keamanan finansial, yang terbukti sebagai manfaat yang lebih mudah berubah di mana upah menjadi stagnan dan inflasi sedang tinggi.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa 70% Gen Z percaya bahwa pekerjaan freelance adalah pilihan yang layak jika dibandingkan dengan bekerja 9 to 5.

Keyakinan ini tidak hanya menggambarkan bagaimana pola pikir profesional mereka mungkin telah berubah tetapi juga betapa sulitnya menemukan pekerjaan tradisional.

Prioritas profesional Gen Z menunjukkan bahwa mereka menghargai work-life balance. Mereka juga ingin membuat dunia profesional sesuai dengan kehidupan mereka, bukan sebaliknya.

Halaman:

Tags

Terkini