PejuangKantoran.com - Dalam konferensi pers usai debat perdana Pilkada Jakarta, calon gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil, memaparkan rencananya untuk memberikan kopi gratis kepada generasi Z.
Ide ini muncul dari curhatan anak muda yang mengeluhkan tingginya biaya hidup, termasuk sewa co-working space dan harga kopi.
“Intinya, pemimpin itu tugasnya menyelesaikan masalah warganya. Banyak Gen Z yang curhat, ‘Pak, mahal Pak, work from anywhere itu. Uang kami sedikit, sewa co-working mahal, kopinya juga mahal,’” ungkap Ridwan Kamil.
Baca Juga: Janji Pramono Anung Siapkan Layanan Konseling 24 Jam untuk Gen Z Terdampak PHK
Ia berjanji akan membantu anak-anak muda tersebut agar dapat fokus bekerja tanpa terbebani biaya tinggi.
Selain kopi gratis, RK juga berkomitmen untuk memperbanyak lokasi co-working space gratis di Jakarta.
“Konsumsi kopi Gen Z tinggi dan harganya mahal, jadi kita kasih kopi gratis,” tegasnya. Ia juga menjanjikan bantuan bagi Gen Z yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama tiga bulan.
Ide tersebut juga diucapkannya saat debat perdana Pilkada Jakarta 2024. Namun, ide tersebut mendapat tanggapan dari calon gubernur nomor urut 3, Pramono Anung. Ia berpendapat bahwa memberikan kopi gratis saja tidak cukup.
Baca Juga: Canva Makin Melokal dengan Template dan Gambar-gambar Tradisional Indonesia
“Saya yakin Gen Z tidak perlu hanya diberi kopi gratis. Lebih penting dari itu, negara harus mendukung talenta dan kreativitas mereka,” kata Pramono. Ia menekankan perlunya pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk generasi muda agar dapat berkontribusi secara optimal.
Dengan janji-janji ini, Ridwan Kamil berusaha menarik perhatian pemilih muda di Jakarta, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap tantangan yang mereka hadapi di tengah perkembangan ekonomi yang pesat.
Debat calon gubernur ini mencerminkan perdebatan yang lebih luas tentang bagaimana pemimpin harus memperhatikan kebutuhan dan aspirasi generasi muda di Jakarta.