news

Baru Berusia 28 Tahun, Perempuan Ini Kena Kanker Stadium 4. Ternyata Ini Penyebabnya!

Rabu, 9 Oktober 2024 | 21:46 WIB
Ilustrasi: Jennifer Kencana merasakan nyeri hebat hingga tidak mampu bergerak tanpa bantuan perawat. (Freepik/Jcomp)

Tidak melakukan kemoterapi

Meski perawatan kanker identik dengan kemoterapi, tetapi dokter memutuskan untuk tidak melakukan hal tersebut pada Jennifer.

Setelah diagnosis, ia menjalani berbagai terapi termasuk radioterapi dan terapi yang ditargetkan untuk mengatasi masalah kanker yang dideritanya.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Ide Bisnis Berpotensi Besar tapi Minim Risiko, Mulai dari yang Kecil!

Jennifer bercerita bahwa masa-masa awal pengobatannya sangat menantang. Ia merasakan nyeri hebat hingga tidak mampu bergerak tanpa bantuan perawat.

Bahkan, beberapa kali ia harus menunda jadwal terapi karena rasa sakit yang luar biasa.

"Sekarang saya menggunakan terapi target untuk kanker paru-paru setiap hari, namun tidak menjalani kemoterapi," jelasnya.

Untuk makanan, Jennifer hanya diperbolehkan makan daging ayam dan ikan, serta tidak boleh mengonsumsi semua makanan yang dibakar dan goreng.

Diakibatkan oleh genetik
Mengapa Jennifer sampai bisa terkena kanker paru di usia muda? Padahal, ia mengaku bukan seorang perokok dan bukan juga perokok pasif.

 

 

Ternyata, riwayat genetik menjadi penyebabnya. Faktanya, risiko seseorang terkena kanker saat memiliki faktor genetik tetap relatif tinggi, meskipun bukan perokok aktif maupun pasif.

Itulah sebabnya para ahli kesehatan menganjurkan orang-orang yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga atau sudah tahu memiliki faktor genetik, untuk rutin melakukan pemeriksaan diri.

Apalagi, bagi orang yang memiliki sifatnya genetik, tidak bisa ditebak atau diketahui apakah pasti terkena kanker dan kapan menderitanya.

"Jadi kalau memang sudah tahu ada bakat genetik, better rutin cek supaya bisa jaga-jaga dari awal.

Halaman:

Tags

Terkini