news

Dijanjikan Pekerjaan Mudah di Australia, Pasangan Indonesia Ini Ditipu Agen Pemberi Visa

Selasa, 15 Oktober 2024 | 22:13 WIB
Ilustrasi: Ingin menikmati pengalaman jadi pemetik buah di Australia, warga Indonesia malah jadi korban penipuan agen pemberi visa. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Ingin bekerja di Australia menggunakan Working Holiday Visa sah-sah saja. Namun, jangan sampai bernasib sama seperti Dimas dan Bella, bukan nama sebenarnya.

Berencana untuk mencari uang dan berkeliling Australia, mereka bahkan rela meninggalkan pekerjaan di industri perbankan Indonesia dan terbang ke Darwin.

Di sana, keduanya dijanjikan pekerjaan memetik dan mengemas mentimun di sebuah perkebunan.

Baca Juga: Selain Nambah Penghasilan, Jadi AgenBRILink Bisa Bantu Masyarakat yang Tak Punya Akses ke Bank

Dimas dan Bella mendapatkan “pekerjaan” ini di sebuah iklan di Facebook yang mencari orang untuk memetik buah anggur. Saat itu, mereka memutuskan untuk menghubungi agen penyalur tenaga kerja.

Sang agen berkata mereka akan melakukan pekerjaan yang relatif mudah, tetapi dengan gaji dan akomodasi yang layak.

Namun, Dimas dan Bella ternyata telah masuk dalam perangkap penipuan berkedok bekerja di Australia.

Sudah curiga sejak sampai di Australia

Begitu menginjakkan kaki di bandara di Australia, Bella sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Alasan pertamanya karena mereka harus berkendara berjam-jam untuk menuju ke tempat bekerja yang dijanjikan.

“Saat itu malam hari, kami tidak bisa membeli internet, kami tidak bisa membeli kartu [SIM], banyak hal yang tidak bisa kami lakukan, kami hanya bisa menggunakan hotspot dari orang yang menjemput kami,” kata Dimas.

Baca Juga: 5 Alasan Tersembunyi Mengapa Kamu Tidak Bahagia dan Stres, Menurut Psikolog Klinis

Setelah jalanan berubah dari aspal menjadi tanah, Dimas dan Bella akhirnya tiba di sebuah peternakan kumuh. Di sana, mereka bertemu dengan dua orang pekerja lain yang juga berasal dari Indonesia.

Pekerja tersebut berkata bahwa pekerjaan “memanen dan mengemas mentimun” yang dijanjikan tidak ada dan mereka telah dibohongi.

Sebagai gantinya, mereka harus melakukan pekerjaan kasar untuk merenovasi kebun yang sudah ditinggalkan satu atau dua tahun sebelumnya.

Bella bercerita, “Agen mengatakan bahwa pekerja perempuan hanya perlu mengemas mentimun. Namun, ketika kami tiba di sana, semua harus mengangkat batang besi yang panjangnya tiga meter.”

Halaman:

Tags

Terkini