news

800 Kg Durian Lemahabang Pekalongan Ludes dalam 3 Jam di Area Bazaar UMKM BRILian!

Jumat, 25 Oktober 2024 | 10:37 WIB
Para petani durian berhasil menjual ratusan kilogram durian saat mengikuti Bazaar UMKM BRILian di Kantor Pusat BRI, Jumat (18/10/2024). (BRI)

PejuangKantoran.com - Durian hasil persilangan menjadi salah satu komoditas unggulan yang semakin diminati oleh konsumen.

Hal ini menguntungkan bagi Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, yang memiliki banyak durian lokal dengan kualitas unggul.

Durian Desa Lemahabang mulai disilangkan dengan jenis premium seperti Bawor, Musang King, Super Tembaga, dan varietas lainnya sejak tahun 2020.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, BRI Kembali Bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara

“Upaya persilangan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas durian lokal, baik dari segi rasa, tekstur, maupun daya tahan,” ujar Ahmad Baehaqi, Ketua Kelompok Klaster Durian Lemahabang.

Dengan persilangan tersebut, durian Desa Lemahabang diharapkan mampu bersaing di pasar nasional dan internasional, sekaligus meningkatkan pendapatan para petani dan kesejahteraan masyarakat setempat.

800 kilogram durian ludes

Hal itu disampaikan Ahmad Baehaqi saat mengikuti Bazaar UMKM BRILian di Kantor Pusat BRI, pada Jumat (18/10/2024).

Bazaar UMKM merupakan upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Lewat dukungannya pada sektor pertanian, BRI turut melakukan pemberdayaan Klaster Durian Lemahabang di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Baca Juga: Melalui program Desa BRILiaN, Keripik Ubi Jalar Kini Jadi Produk Unggulan Kubu Raya

Sebanyak 70 petani durian yang menjadi anggota Klaster Durian Lemahabang biasa memanen durian sebanyak tiga kali setahun.

Dalam sekali panen, para petani bisa mendapat 5 ton durian. Distribusinya pun terhitung banyak, yakni 7.000 buah durian per hari dengan harga durian dibanderol Rp50.000 per kilogram.

“Saat ini, durian di Desa Lemahabang sudah punya pelanggan tetap di Jakarta, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Banyuwangi,” ungkap Baehaqi.

Kesuksesan ini pun tak terlepas dari upaya pemberdayaan BRI. Modal awal yang diberikan oleh KUR BRI bagi para petani sangat berarti bagi Baehaqi.

Halaman:

Tags

Terkini