news

PNS Negara Ini Dilarang Memakai WhatsApp di Komputer Kantor, Memangnya Kenapa?

Selasa, 29 Oktober 2024 | 21:28 WIB
Ilustrasi: Sebagian besar PNS di Hong Kong tidak diperbolehkan membuat aplikasi seperti Whatsapp di komputer kantor. (Whatsapp.com)

PejuangKantoran.com - Karyawan pemerintah Hong Kong memiliki aturan baru. Mereka dilarang menggunakan WhatsApp di komputer kantor, serta beberapa aplikasi lain seperti WeChat hingga Google Drive.

Aturan ini berlaku bagi sebagian besar pegawai negeri, meskipun mereka tetap diizinkan menggunakan beberapa aplikasi tersebut dari perangkat pribadi.

Bahkan, jika mendapatkan persetujuan dari manajer, peraturan ini bisa dikecualikan.

Baca Juga: 6 Negara yang Izinkan Mahasiswa Internasional untuk Langsung Kerja setelah Lulus Kuliah

Apa alasan aturan ini?

Menurut Sekretaris Inovasi, Teknologi dan Industri, Sun Dong, langkah ini dilakukan karena terkait adanya potensi risiko keamanan. Ia menyebut bahwa peretasan menjadi masalah yang serius.

Bahkan, Sun Dong juga mengatakan bahwa dua negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan China juga telah melakukan langkah pengamanan yang ketat pada perangkat internalnya.

Disetujui oleh banyak pihak

Peraturan terbaru dari pemerintah untuk sebagian besar PNS ini didukung oleh banyak pihak. Salah satunya Anthony Lai Cheuk-tung, direktur perusahaan keamanan siber VX Research.

"Saat kita tidak memiliki sistem pengawasan yang baik, kita tidak dapat mengidentifikasi apakah unduhan dari internet mengandung virus atau jika ada kelainan pada sistem internal," katanya.

Baca Juga: Ingin Bertemu Potential Buyer dari Luar, Pelaku UMKM Mendingan Daftar ke BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Menurutnya, langkah paling mudah memang memotong akses ke saluran yang dapat mengundang risiko.

Keith Li King-wah, Ketua Asosiasi Industri Teknologi Nirkabel Hong Kong, juga setuju bahwa peraturan baru tersebut sangat masuk akal untuk mengatasi kebocoran data dan ketegangan geopolitik.

Ia menjelaskan, "Untuk produk luar negeri seperti WhatsApp, data disimpan di basis data penyedia layanan asing. Meskipun diklaim bahwa data tidak bisa diakses, tetapi kamu tidak tahu yang sebenarnya."

Harus ada peningkatan keamanan

Halaman:

Tags

Terkini