PejuangKantoran.com - Bekerja di luar negeri masih menjadi daya tarik banyak masyarakat Indonesia.
Ada beberapa alasannya, mulai dari kondisi dan lingkungan kerja yang dianggap lebih baik daripada di dalam negeri, serta tentu saja gaji yang lebih besar.
Mungkin inilah yang membuat terjadinya peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca Juga: Jenis Olah Raga yang Tepat untuk Setiap Golongan Darah dan Alasan-Alasannya
Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), jumlah penempatan PMI pada 2023 mencapai 274.965 orang. Angka tersebut naik 176% dari 2021.
Sejak Juni 2024, sektor informal mendominasi penempatan kerja. Sementara untuk jenis kelamin, penempatan PMI didominasi oleh perempuan yang mencapai 69,78% pada Agustus 2024.
Tersebar di berbagai negara
Menurut GoodStats, berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul "Statistik Indonesia 2024", PMI saat ini tersebar di berbagai kawasan Asia-Afrika, Eropa-Timur Tengah, dan Amerika-Pasifik.
Namun, ada sebanyak 93% PMI yang bekerja di wilayah Asia dan Afrika, yaitu mencapai 255.842 pekerja.
Negara dengan jumlah pekerja migran Indonesia terbanyak pada 2023 adalah Taiwan, yaitu mencapai 83.216 pekerja.
Jumlah ini naik sekitar 29.800 pekerja dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 58.927 pekerja.
Baca Juga: Fundamental Kinerja Bisnis Yang Kuat Mendorong BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun!
Berikut negara dengan jumlah PMI terbanyak di 2023:
• Taiwan dengan 83.216 pekerja.
• Malaysia total 72.260 pekerja, dengan mayoritas pekerja laki-laki yang berjumlah 48.496 pekerja.
• Hongkong sebanyak 65.916 pekerja, naik sebesar 9,68% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 99,07% pekerja didominasi perempuan.
• Korea Selatan dengan 12.579 pekerja.
• Diikuti Jepang sebanyak 9.673 pekerja.
• Singapura total 7.898 pekerja.
• Brunei Darussalam 2.872 pekerja.
• Negara-negara Afrika seperti Zambia, Sri Lanka, dan Kongo tidak lebih dari 1.000 pekerja.
Pendaftar PMI meningkat