Pengaruh Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia
Bagaimana dengan kebijakan ekonomi Indonesia? Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika di Universitas Indonesia (UI) Suzie Sudarman bahwa kebijakan ekonomi Indonesia, siapa pun pemenanga pilpres AS nanti, sama-sama berisiko mengalami kendala.
Seperti yang disampaikan di laman Kompas.com, Suzie mengingatkan bahwa Indonesia akan terkendala dalam berdagang karena ada aturan Biden yang menyebutkan bahwa jangan sampai Perusahaan China di Indonesia memeiliki saham lebih dari 25%.
Ini dengan asumsi apabila Kamala Harris menang dan tetap melanjutkan kebijakan perdagangan sebelumnya dari Biden.
Sementara Biden, menurut Suzie sudah mengatakan bahwa anggota BRICS akan terkendala dalam berdagang ada tarif tinggi.
BRICS adalah organisasi antar pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan geopolitik antar negara anggotanya. BRICS singkatan dari Brazil, Russia, India, China, dan South Africa.
Istilah BRICS awalnya digunakan untuk menggambarkan sekelompok negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat yang diharapkan menjadi kekuatan ekonomi dominan di dunia.
Negara-negara BRICS telah menjadi blok geopolitik yang bersaing dengan G7, kelompok negara maju terkemuka. Negara-negara BRICS mempunyai PDB gabungan sebesar 31,5% PDB global, dibandingkan dengan 30,7% PDB G7.
Baca Juga: Tak Tergiur Gaji Besar di Amerika, Anggota DPR RI Firnando Ganinduto Pilih Balik ke Indonesia
Indonesia Mesti Antisipasi Jika Trump Yang Menang
Masih menurut Suzie, Trump pernah mengancam bakal mempersulit perdagangan dengan siapa saja yang mengecilkan nilai tukar Dollar AS.
Hal ini yang tidak akan terjadi apabila Harris menang. Menurut Suzie, Harris tetap menaruh perhatian pada potensi Indonesia dan akan mendisiplinkan apabila Indonesia tidak good governance dan akuntabel.
Pendapat yang kurang lebih sama dilontarkan oleh Andry.
“Kalau Harris terpilih, kita akan melihat business as usual saja gitu. Tapi kalau Trump yang terpilih, siap-siap saja," jelasnya.
Andry berpendapat bahwa perlu adanya antisipasi jika Trump yang memenangi pilpres AS. Andry menduga kebijakan-kebijaka pembatasan produk China yang diterapkan Trump, berpotensi lebih ekstrem dan akan cukup berdampak pada Indoensia.