news

Kacang Disco Olahan Suparman Memberinya Penghasilan hingga Belasan Juta per Bulan

Minggu, 24 November 2024 | 23:31 WIB
Kejelian Suparman mengolah hasil bumi yang dijual mentah menghasilkan produk Kacang Nepo yang memberinya penghasilan belasan juta rupiah per bulan. (BRI)

PejuangKantoran.com - Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang jeli melihat peluang di depan mata. Itulah yang terjadi pada Suparman, pengusaha asal Desa Nepo, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Ia menyadari bahwa Desa Nepo menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Namun, ia melakukan inovasi baru sehingga hasil bumi yang biasanya dijual mentah diolahnya menjadi produk siap konsumsi menjadi camilan "Kacang Nepo". 

"Saya melihat banyak hasil bumi di desa ini dijual mentah ke luar, sehingga tercetus ide untuk mengolahnya agar punya nilai tambah bagi masyarakat sekitar," ujar Suparman, yang ide awal usahanya muncul pada 2022.

Baca Juga: Keripik Kentang Albaeta Buktikan Kesederhanaan Bisa Jadi Ladang Emas

Dari yang awalnya dikemas secara sederhana, produk Kacang Nepo kemudian mendapat dukungan dari BRI melalui program Desa BRILiaN di tahun 2023.

Adapun Suparman menerima pelatihan dalam bidang pemasaran, kemasan, hingga penggunaan teknologi digital, dari BRI.

Pemberdayaan tersebut membuat produk Kacang Nepo tampil lebih menarik dan makin dikenal luas.

Bahkan Kacang Nepo kini hadir dalam berbagai varian rasa unik, seperti kacang crispy, kacang sembunyi dengan gula pasir, kacang disco, kacang tempe, dan varian lain yang punya cita rasa gurih dan renyah.

Lebih kompetitif di pasar

Program Desa BRILiaN dari BRI memberikan dampak signifikan bagi perkembangan usaha Suparman.

Baca Juga: Legitnya Mangga Alpukat Desa Botolinggo Kini Merambah Jakarta berkat Kemitraan dengan BRI

Pelatihan khusus dari BRI dan kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata membantu Suparman meningkatkan kualitas produk, terutama pada aspek rasa dan pengemasan, sehingga lebih kompetitif di pasar.

Untuk memudahkan akses pembayaran non-tunai, BRI juga membekali UMKM Desa Nepo dengan teknologi digital seperti QRIS, yang sekaligus memudahkan akses ke pasar yang lebih luas. 

"Untuk pemasaran di toko lokal dan supermarket, sekarang semakin mudah dengan QRIS," jelas Suparman.

Penggunaan teknologi ini disebutnya membuat proses transaksi lebih cepat dan memudahkan konsumen dalam berbelanja.

Halaman:

Tags

Terkini