PejuangKantoran.com - Menjelang akhir tahun, kenaikan gaji yang dianggarkan untuk tahun 2025 di seluruh Asia Tenggara diproyeksikan lebih tinggi daripada tahun 2024.
Itulah hasil penelitian yang dilaporkan oleh Global Risk Management Survey dari Aon pada November 2024.
Mereka melakukan penelitian dalam rentang waktu Juli hingga September tahun ini, dengan mengumpulkan data dari lebih 950 perusahaan di seluruh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Baca Juga: Mengenal Bluesky, Media Sosial yang Raih Jutaan Pengguna Baru usai Donald Trump Menang Pemilu
Anggaran gaji di Asia Tenggara
Menurut mereka, bisnis di wilayah Asia Tenggara kemungkinan akan mempertahankan atau meningkatkan jumlah tenaga kerjanya secara keseluruhan.
Meski begitu, kegagalan untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik juga muncul sebagai risiko utama bagi perusahaan di Asia-Pasifik.
Sebelumnya, risiko tersebut berada di posisi kesembilan pada 2021 dan pada 2023 ini naik ke posisi keempat.
"Jadi, meskipun lingkungan inflasi melunak, kenaikan gaji masih mengeras. Berarti ada perbedaan penawaran dan permintaan bakat yang melampaui inflasi," jelas Rahul Chawla, mitra Aon dan kepala solusi bakat untuk Asia Tenggara.
Baca Juga: 10 Istilah Dunia Kerja yang Tak Dipahami Karyawan Gen Z, 'KPI' Nomor 1 yang Dicari di Google
Menurut Chawla, Asia Tenggara telah menjadi lingkungan dengan serapan tinggi bagi industri teknologi, seperti di Singapura, sehingga menciptakan permintaan akan pekerja untuk melayani pertumbuhan tersebut.
Daftar anggaran gaji yang diproyeksi meningkat
Berdasarkan hasil penelitian Aon, berikut adalah besaran anggaran gaji yang diproyeksikan akan meningkat tahun 2025 di enam negara Asia Tenggara:
1. Vietnam
Kenaikan gaji aktual 2023: 7,5%
Kenaikan gaji aktual 2024: 6,4%
Kenaikan gaji yang dianggarkan 2025: 6,7%