news

Bali Jadi Rumah Program Duta Budaya Airbnb dan UNESCO, Kenalkan Kekayaan Tradisi kepada Wisatawan

Jumat, 6 Desember 2024 | 08:07 WIB
Bali (Freepik/Tawatchai07)

PejuangKantoran.com - Bayangkan kalau kamu bisa jadi duta budaya Bali sekaligus mengajak wisatawan untuk merasakan langsung keindahan alam dan tradisi lokal.

Nah, sekarang hal itu bisa terwujud lewat Program Duta Budaya yang baru saja diluncurkan oleh Airbnb dan UNESCO di Bali. Program ini bertujuan untuk memberdayakan tuan rumah Airbnb dan pemilik homestay lokal, supaya mereka bisa mengenalkan kekayaan budaya Bali dengan cara yang autentik.

Program ini nggak hanya soal memperkenalkan Bali sebagai destinasi wisata. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari upaya UNESCO untuk melestarikan warisan budaya yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Airbnb juga ingin mendukung pariwisata yang bertanggung jawab, di mana para wisatawan bisa benar-benar merasakan pengalaman budaya lokal yang mendalam.

Data dari Airbnb menunjukkan kalau wisatawan di Asia-Pasifik sangat tertarik dengan pengalaman budaya lokal. 73% dari mereka lebih memilih rekomendasi dari tuan rumah untuk menemukan pengalaman budaya yang autentik.

Baca Juga: Sosok Perempuan Pengusaha Telur Asin Ini Berhasil Memberdayakan Kaumnya di Lamongan Berkat Pendampingan BRI

Bahkan, 86% wisatawan mendukung pelestarian budaya lokal, dan 92% berminat untuk mengunjungi situs bersejarah. Dengan melihat tren ini, Airbnb dan UNESCO sepakat untuk bekerja sama di Bali, memastikan kalau budaya Bali disampaikan dengan cara yang benar dan penuh rasa hormat.

Amanpreet Bajaj, General Manager Airbnb untuk Asia Tenggara, India, Hong Kong, dan Taiwan, mengungkapkan, "Kami percaya kalau pariwisata bisa mempererat hubungan antar budaya dan membangun koneksi yang lebih dalam. Melalui kerjasama ini, kami ingin memberikan pengalaman wisata yang lebih kaya, berbasis pada kearifan lokal."

Selain itu, UNESCO juga melakukan pemetaan budaya Bali dari Agustus hingga Desember, bekerjasama dengan Via Via Travel. Mereka mengeksplorasi lima wilayah Bali—Tabanan, Gianyar, Bangli, Buleleng, dan Badung—untuk menggali potensi budaya Bali, mulai dari kuliner lokal, seni, kerajinan, hingga situs bersejarah.

Baca Juga: Brain Rot Jadi Kata Terpopuler Tahun 2024: Fenomena atau Peringatan bagi Anak Muda?

Pemetaan ini memastikan kalau program ini tidak hanya mengenalkan ciri khas Bali yang sudah populer, tetapi juga kekayaan budaya yang lebih dalam yang perlu diketahui banyak orang.

Maki Katsuno-Hayashikawa, Direktur UNESCO Jakarta, menjelaskan, “Warisan budaya Bali adalah harta yang penuh cerita. Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan budaya Bali dipromosikan dengan cara yang bertanggung jawab, untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.”

Sebagai bagian dari inisiatif ini, 75 pemilik homestay Airbnb dan 50 pelaku UMKM pariwisata akan mengikuti lokakarya dan sesi pendampingan. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memperkenalkan budaya Bali kepada wisatawan dengan cara yang lebih percaya diri dan autentik.

Salah satu tuan rumah Airbnb Bali, Ayu Martiasih, mengatakan, “Saya sangat antusias untuk berbagi budaya Bali dengan tamu yang menginap di rumah saya. Program ini memberi kami kepercayaan diri untuk memperkenalkan tradisi Bali kepada para wisatawan dengan cara yang benar.”

Halaman:

Tags

Terkini