Pejuangkantoran.com – Pemberdayaan perempuan sangat penting bagi kesehatan dan perkembangan sosial keluarga, masyarakat, dan negara. Perempuan punya hak untuk menjalani kehidupan yang aman, terpenuhi, dan produktif.
Perempuan dapat mencapai potensi penuh mereka dan menyumbangkan keterampilan mereka kepada dunia kerja. Dengan begitu, perempuan dapat membesarkan anak-anak yang lebih bahagia dan lebih sehat.
Prinsip ini dijalani oleh Ainur Rahmatin, Ketua Klaster UMKM Sabiq Bejo asal Desa Cluring, Kecamatan Kali Tengah. Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Dengan semangat inovasi dan kepedulian sosial, Ainur tidak hanya berhasil mengembangkan usaha telur asin tetapi juga memberdayakan perempuan di desanya.
Baca Juga: BRI Menanam-Grow & Green Bagikan 5.000 Bibit Pohon Produktif pada Petani di Desa Kutuh, Bali
Kreasi dan Inovasi Mengatasi Pandemi
Ainur memulai usahanya pada tahun 2009. Usaha ini mengolah telur asin sederhana yang awalnya hanya dijual di pasar lokal. Produk-produknya dirancang sesuai selera lokal, dengan tingkat keasinan yang lebih lembut dibandingkan produk telur asin dari daerah lain.
Pandemi Covid-19 menjadi tantangan besar bagi usaha Ainur. Pada 2020, pembatasan aktivitas masyarakat sempat membuat distribusi produk telur asin miliknya terhenti.
Tak puas hanya menjual telur asin, Ainur melakukan banyak kreasi dan inovasi. Ia menciptakan berbagai produk olahan telur asin bernilai tinggi seperti kerupuk, makaroni, abon, dan sambal berbahan dasar telur asin.
Langkah ini tidak hanya berhasil mempertahankan kelangsungan usahanya di tengah pandemi, tetapi juga membuka peluang pasar baru dan meningkatkan daya tarik produknya.
Berkat usahanya ini, kini Ainur telah memberdayakan sekitar 20 perempuan di desanya. Artinya, Ainur telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerahnya.
Baca Juga: Pemberdayaan UMKM di Daerah 3T Komitmen BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Bawah
“Dulu ibu-ibu di sini sebagian besar hanya mengandalkan penghasilan suami yang mayoritas bekerja sebagai petani atau pekerja tambak. Dengan bergabung dalam usaha ini, kini mereka memiliki penghasilan sendiri yang membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Ainur Rahmatin.
Perjalanan usaha Ainur mengalami peningkatan produksi yang signifikan. Awalnya hanya mampu memproduksi 20 butir telur asin per minggu.